Belum Bayar Sukuk, Pefindo Pangkas Peringkat Wijaya Karya Jadi idD(sy)
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Lembaga pemeringkat, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengumumkan, pihaknya menurunkan peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya (WIKA) Tahap I-2020 seri...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Lembaga pemeringkat, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengumumkan, pihaknya menurunkan peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya (WIKA) Tahap I-2020 seri A menjadi idD(sy) dari idCCC(sy). Pada saat sama, Pefindo juga menurunkan peringkat perusahaan menjadi idSD dari idCCC dengan Credit Watch berimplikasi negatif.
Menurut Pefindo, tindakan penurunan peringkat tersebut dilakukan karena ketidakmampuan WIKA dalam menyelesaikan pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I/2020 Seri A sebesar Rp184 miliar selama masa remedial sejak jatuh tempo pada 18 Desember 2023.
Pefindo mempertahankan peringkat Obligasi Berkelanjutan I, II, III di idCCC dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Seri B dan C, Tahap II, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III di idCCC(sy).
Sementara itu Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan WIKA dalam keterangan tertulis, Jumat (12/1/2024) mengemukakan, pihaknya telah mengajukan penangguhan pembayaran sukuk sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya. Ini seiring adanya pemberlakuan equal treatment kepada kreditur Perseroan, khususnya kepada para pemegang obligasi PUB I Tahap I Tahun 2020 yang telah menyetujui perpanjangan jatuh tempo pokok obligasi Seri A.
Menurut Mahendra, kondisi yang ditawarkan oleh Perseroan adalah sama dengan para pemegang Sukuk Mudharabah seri A, selain juga Perseroan masih tetap memprioritaskan penggunaan kas untuk modal kerja demi mempercepat langkah penyehatan Perseroan. Seperti diketahui, manajemen Perseroan masih tetap membayarkan kewajiban kupon atau bagi hasil kepada para pemegang obligasi dan sukuk sesuai dengan jadwal dan besaran yang sama.
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semes...
- Kasus Dana Syariah Indonesia, OJK Ungkap Hasil Pemeriksaan Khusus dan Serahkan I...
- Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Negara Pekan Depan, Target Serap Dana Rp10 Triliun
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten