Bongkar Penyebab IHSG Tertekan, OJK Harap Buyback Saham Pulihkan Kepercayaan Investor
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Sejak 19 September 2024, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun drastis. Hingga 18 Maret 2025, IHSG anjlo...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Sejak 19 September 2024, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun drastis. Hingga 18 Maret 2025, IHSG anjlok 1.682 poin atau 21,28% dari level tertingginya tahun ini.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi IHSG mengalami tekanan akibat berbagai faktor. Itu antara lain ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat, eskalasi perang dagang, indikasi perlambatan ekonomi AS, serta dinamika geopolitik.
Di dalam negeri, kata dia, ekonomi masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang cukup solid. Konsumsi domestik kuat, dan investasi tetap tumbuh. Namun, ada sejumlah tantangan yang tak kalah kompleks.
"Dari sektor jasa keuangan, kami mencatat kinerja sejak awal tahun tetap solid meskipun tantangan ekonomi global dan domestik masih membayangi," kata Inarno, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/3/2025)..
Inarno menegaskan sektor jasa keuangan tetap solid meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi global dan domestik. ย "Kami juga meyakini bahwa secara keseluruhan kondisi fundamental perusahaan dan emiten masih baik," tambahnya.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...