Dana Sukuk Rp1,34 Triliun Ludes, BALI Lunasi Utang ke BMRI dan BVIC
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025. Seluruh dana bersih yang dihimp...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025. Seluruh dana bersih yang dihimpun perseroan kini telah habis terpakai.
Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra, Lily Hidayat menyampaikan hal tersebut dalam laporannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan ini dipublikasikan di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Perseroan berhasil mengantongi dana hasil penawaran umum sebesar Rp1,35 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp7,48 miliar, BALI mendapatkan hasil bersih mencapai Rp1,34 triliun.
Manajemen BALI langsung gerak cepat merealisasikan dana tersebut. Seluruh uang tunai ini dialokasikan untuk pelunasan kewajiban utang kepada pihak ketiga dan anak usaha.
Porsi pembayaran terbesar mengalir ke PT Indonesia Infrastructure Finance. BALI menggelontorkan dana Rp600 miliar untuk melunasi seluruh hutang pokok kepada lembaga tersebut. Jumlah ini setara dengan 45% dari total dana bersih.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semes...
- Kasus Dana Syariah Indonesia, OJK Ungkap Hasil Pemeriksaan Khusus dan Serahkan I...
- Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Negara Pekan Depan, Target Serap Dana Rp10 Triliun
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem