Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
“Mitratel terus berevolusi dari perusahaan menara menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi melalui pengembangan solusi fiber, Fixed Wireless Access (FWA), hingga Power-as-a-Service (PaaS). Strategi ini memperkuat posisi kami dalam mendukung percepatan digitalisasi Indonesia sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi Perseroan,” ujar Ardi.
Dari sisi operasional, Mitratel mengelola 40.563 menara hingga akhir Semester I-2026. Sebanyak 59% aset tersebut berada di luar Pulau Jawa. Strategi ekspansi ini mendorong jumlah kolokasi tumbuh 10,3% menjadi 23.303 tenant. Rasio penyewaan atau tenancy ratio pun meningkat menjadi 1,57x.
Jaringan fiber perusahaan juga tumbuh pesat sebesar 13,9% YoY menjadi 74.779 km billable length. Ekspansi ini memperkuat solusi Fiber-to-the-Tower (FTTT) dan mendukung layanan FWA serta PaaS yang lebih efisien bagi operator seluler.
Mitratel kini mengembangkan inovasi Green Tower as a Service (GTaaS). Layanan ini menjadi sumber pendapatan berulang (recurring revenue) baru sekaligus mendukung efisiensi energi pelanggan.
Guna meningkatkan keunggulan operasional, MTEL memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Inovasi AIONIC One digunakan untuk mengidentifikasi perangkat di setiap menara secara akurat dan meningkatkan produktivitas aset.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...