Emiten Menara Telko Adu Laba, Siapa Jawaranya?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sejumlah emiten menara telekomunikasi baru saja merilis laporan keuangan tahunan 2024 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih secara year on year (YoY). Tig...
“Laba bersih [TOWR] full year 2024, naik 2,5% YoY, di bawah [estimasi] kami. Rasio utang bersih [TOWR] terhadap EBITDA juga naik menjadi 4,8 kali, dibanding 4,7 kali di 9 bulan 2024 dan 4,5 kali di full year 2023, mendekati ambang batas kovenan 5,0 kali,” tulis riset Trimegah Sekuritas Indonesia, 26 Maret lalu.
Sementara TBIG mengalami penurunan laba bersih sebesar 12,7% dari Rp1,56 triliun di 2023 menjadi Rp 1,36 triliun pada 2024. Sementara pendapatan bersih mencapai Rp6,87 triliun pada 2024, naik 3,5% dari Rp 6,64 triliun.
Dominasi Sewa Menara
Berdasarkan laporan keuangan 2024, pendapatan Mitratel dan TOWR didominasi pendapatan sewa menara. Dari total pendapatan MTEL sebesar Rp9,31 triliun, 93% ditopang bisnis sewa menara sebesar Rp8,63 triliun. Sisanya berasal dari pendapatan tower related business terkait jasa pengelolaan infrastruktur atau managed service.
"Konsistensi kami dalam mengkonsolidasikan bisnis menara, fiber optik dan jasa penunjang lainnya akan membawa Mitratel sebagai Digital Infraco terbesar di Asia-Pasifik," kata Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, dalam keterangan resmi saat melakukan Penandatanganan Akta Jual Beli Saham dengan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi yang merupakan anak usaha PT PP (Persero) Tbk di Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Sewa menara juga menjadi kontributor terbesar pendapatan TOWR. Dari total pendapatan TOWR di 2024 senilai Rp12,74 triliun, sebanyak 90% disokong pendapatan sewa menara pihak ketiga yakni Rp11,47 triliun.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...