Emiten Menara Telko Adu Laba, Siapa Jawaranya?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sejumlah emiten menara telekomunikasi baru saja merilis laporan keuangan tahunan 2024 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih secara year on year (YoY). Tig...
Presiden Direktur Sarana Menara Nusantara (TOWR), Aming Santoso mengatakan pencapaian di 2024 merupakan hasil dari manajemen dalam memanfaatkan dan mengelola skala operasional dalam bisnis menara maupun non-menara.
"Kami juga berhasil memanfaatkan peluang industri untuk mengkonsolidasikan portofolio menara IBST yang signifikan, sekitar 3.200 menara," katanya dalam siaran pers. Saat ini, TOWR memiliki dan mengelola 35.400 menara telekomunikasi serta jaringan kabel serat optik sepanjang kurang lebih 170.000 kilometer (km) di seluruh Indonesia.
Adapun TBIG per 31 Desember 2024, memiliki 42.722 penyewaan dan 23.892 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 23.778 menara telekomunikasi dan 114 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 42.608, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,79x.
“Pada tahun 2024, kami menambahkan 2.333 penyewaan kotor yang terdiri dari 1.551 sites telekomunikasi dan 782 kolokasi ke portofolio kami. Kami terus bekerja sama dengan para pelanggan kami untuk mengoptimalkan jaringan mereka dan memperluas cakupan mereka di seluruh Indonesia,” kata CEO Tower Bersama Infrastructure Hardi Wijaya Liong dalam keterangan resminya.
Prospek fiber optik
Meski bisnis sewa menara masih mendominasi pendapatan, sejumlah analis memprediksi bisnis fiber optik memiliki prospek pertumbuhan yang lebih menjanjikan dengan penggerak utama pasar di luar Jawa. Hal ini sejalan dengan rencana ekspansi sejumlah perusahaan operator telekomunikasi ke daerah pusat pertumbuhan baru.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...