Harga Minyak Turun Lebih dari 2%, Pasar Cemas soal Perkembangan Negosiasi AS-Iran
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 2% pada penutupan perdagangan Senin (21/4/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (22/4/2025) WIB. Penurunan ini terjadi di tengah ka...
Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan bahwa pembicaraan dengan pihak AS membuahkan “kemajuan yang sangat baik”. Seorang pejabat AS juga menyebut hasil diskusi itu menjanjikan.
Harry Tchilinguirian, Kepala Riset di Onyx Capital Group, mengatakan, “Pembicaraan AS-Iran tampaknya cukup positif, yang membuat pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan solusi.”
Menurutnya, jika kesepakatan tercapai, maka pasokan minyak Iran tidak akan lagi tersingkir dari pasar global. Ia juga menambahkan bahwa likuiditas pasar yang lebih rendah karena libur Paskah bisa memperbesar fluktuasi harga.
Sementara itu, analis dari IG, Yeap Jun Rong, menyebut tren jangka pendek harga minyak masih cenderung melemah. Ia menilai pasar sulit menemukan sentimen positif karena masih ada kekhawatiran terhadap prospek permintaan bahan bakar.
“Tren yang lebih luas masih condong ke bawah, karena investor kesulitan melihat prospek cerah di tengah dampak tarif terhadap pertumbuhan global dan pasokan OPEC+ yang terus meningkat,” ujarnya.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...