Harga Ngebut Terlalu Kencang, BEI Stop Perdagangan Saham Dua Emiten Ini!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) dan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH). Suspensi ini berlaku di Pasar Re...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) dan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH). Suspensi ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi pertama, Kamis, 20 Maret 2025. BEI mengambil langkah ini karena harga kedua saham tersebut melonjak signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyatakan penghentian sementara ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi investor dalam mempertimbangkan keputusan investasinya. "Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) dan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH)," ujarnya, dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (20/3/2025).
Saham UDNG mengalami lonjakan tajam pada perdagangan Rabu, 19 Maret 2025. Harga sahamnya naik 8 poin atau 9,30% ke level Rp94 per lembar. Saham ini dibuka di Rp94 dan bertahan di level tersebut sepanjang sesi. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp164,50 miliar. Dalam setahun terakhir, harga tertinggi UDNG menyentuh Rp99, sedangkan terendah di Rp37.
Sementara itu, saham WGSH juga melesat pada hari yang sama. Harganya naik 17 poin atau 9,50% ke level Rp196 per lembar. Saham ini dibuka di Rp180 dan sempat menyentuh level terendah Rp174 sebelum akhirnya ditutup di posisi tertinggi hari itu. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp204,33 miliar dengan rasio harga terhadap laba (P/E ratio) 59,16 dan imbal hasil dividen 0,51%. Dalam setahun terakhir, saham ini bergerak di rentang Rp51 hingga Rp196.
BEI mengimbau investor untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...