Apakah IHSG Bakal Tembus 8.000? Ini Kata OJK!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2024. Bahkan, selama Agustus 2024,...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2024. Bahkan, selama Agustus 2024, IHSG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) sebanyak beberapa kali. Di awal September, IHSG kembali mencetak rekor baru.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyatakan bahwa optimisme ini didorong oleh faktor global dan domestik. โSalah satunya adalah ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat, serta penguatan pasar keuangan di banyak negara emerging market, terutama di pasar obligasi dan nilai tukar,โ ujar Inarno dalam keterangan resmi, di Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Tak hanya itu, kinerja ekonomi domestik dan emiten di triwulan kedua 2024 juga cukup positif dan stabil. Menurut Inarno, Peran Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan OJK dalam menjaga stabilitas keuangan juga sangat baik.
Namun, terkait kemungkinan IHSG mencapai level 8.000, Inarno menyatakan bahwa target tersebut masih menjadi tantangan. โApakah IHSG bisa mencapai 8.000? Ini merupakan hal yang challenging,โ bebernya. Ia mengaku tidak berani memprediksi secara pasti. Tetapi optimisme dan sentimen positif dari faktor global dan domestik bisa mendorong tren kenaikan indeks.
โTetapi kalau kita lihat bahwasannya optimisme dan juga sentimen positif yang terjadi di global dan domestik. Dan termasuk di dalamnya kita harapkan kinerja emiten rilis yang terakhir-terakhir juga baik,โ paparnya.
- Hasan Fawzi: OJK Jatuhkan Denda Rp91,09 Miliar di Pasar Modal, Reformasi HSC Ter...
- BEI Pertanyakan Volatilitas Saham PDES, Ini Penjelasan Resmi Manajemen
- Hasan Fawzi: IHSG Menguat 10,51% pada Juli, Investor Asing Kembali Catat Net Buy...
- IHSG Melesat 1,37% ke 6.319,613, Saham BBCA, BMRI, dan BBRI Kompak Menguat
- BEI Cabut Kriteria 3 ALMI, Status Pemantauan Khusus Masih Berlaku
- Hasan Fawzi: OJK Jatuhkan Denda Rp91,09 Miliar di Pasar Modal, Reformasi HSC Ter...
- BEI Pertanyakan Volatilitas Saham PDES, Ini Penjelasan Resmi Manajemen
- Hasan Fawzi: IHSG Menguat 10,51% pada Juli, Investor Asing Kembali Catat Net Buy...
- IHSG Melesat 1,37% ke 6.319,613, Saham BBCA, BMRI, dan BBRI Kompak Menguat
- BEI Cabut Kriteria 3 ALMI, Status Pemantauan Khusus Masih Berlaku
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...