IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Phintraco Sekuritas Sarankan 'Beli' Deretan Saham Ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Rabu (11/9/2024). Menurut laporan riset Phintraco S...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan melanjutkan penguatan pada perdagangan saham Rabu (11/9/2024). Menurut laporan riset Phintraco Sekuritas, hari ini IHSG berpotensi menguji resistance di level 7.800.
Tim riset Phintraco Sekuritas mengemukakan, secara teknikal, IHSG menunjukkan kekuatan yang cukup untuk melanjutkan kenaikan. “Dengan demikian, IHSG berpotensi uji resistance pada level 7.800 pada Rabu (11/9)," ungkapnya.
Pada penutupan perdagangan Rabu (11/9/2024), IHSG mencatatkan rekor tertinggi baru dengan level 7.761,388, melonjak 0,761%. Ini menunjukkan momentum yang kuat di pasar saham domestik. Berdasarkan analisis teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas Moving Average 5 (MA5) dan Stochastic RSI menunjukkan sinyal positif dengan pergerakan dari area oversold.
Tim analis Phintraco Sekuritas mengemukakan, di panggung global, pasar sedang menunggu event penting yang akan berlangsung pada Rabu (11/9), yaitu debat presiden pertama AS antara Kamala Harris dan Donald Trump. Debat ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada pergerakan dolar AS (USD), mengingat perbedaan signifikan dalam pendekatan kebijakan antara kedua kandidat.
Di Eropa, pasar juga akan mengamati hasil rapat European Central Bank (ECB) yang dijadwalkan pada Kamis (12/9). Salah satu fokus utama adalah kemungkinan pemangkasan suku bunga yang dapat memengaruhi pasar keuangan global. Selain itu, pasar menantikan rilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) bulan Juli 2024 yang akan diumumkan pada Rabu (11/9). Diperkirakan, GDP akan tumbuh 0,2% MoM, naik dari level stagnan 0% pada Juni 2024. Pertumbuhan tahunan (YoY) GDP diperkirakan berada di level 1,4%.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...