IPO Jumbo Superbank Masuk Pasar Perdana, Ini Strategi Tepat Saat Alokasi Terbatas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Menjelang penutupan tahun 2025, aktivitas penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) kembali meningkat. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dan PT Superbank...

IPO Jumbo Superbank Masuk Pasar Perdana, Ini Strategi Tepat Saat Alokasi Terbatas
Bacakan Artikel

Perusahaan menawarkan 625 juta saham atau 20% modal ditempatkan dengan harga Rp150โ€“Rp168 per saham, berpotensi menghimpun dana Rp93,75โ€“105 miliar. Sebesar 56,33% dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, dan 43,67% untuk penyertaan modal ke Realfood Winta Asia.

Hingga Mei 2025, pendapatan RLCO naik menjadi Rp231,31 miliar dari Rp156,76 miliar pada tahun sebelumnya, sedangkan laba bersih melonjak 579% menjadi Rp12,38 miliar. Dari sisi valuasi, RLCO menawarkan P/E 23,50โ€“26,40x dan PBV 1,73โ€“1,86x, jauh lebih atraktif dibanding kompetitor dengan rata-rata P/E 62,21x dan PBV 3,94x.

โ€œValuasi yang jauh lebih rendah memberi ruang potensi apresiasi, terutama di Tengah meningkatnya permintaan produk kesehatan di Asia,โ€ ujar Stefanus. Ia menambahkan bahwa historis penjamin pelaksana emisi, Samuel Sekuritas Indonesia (IF), menunjukkan banyak IPO yang ditanganinya mencatat kinerja positif pada hari pertama perdagangan, meskipun performa jangka panjang tetap bergantung pada fundamental emiten dan dinamika sektoral.

SUPA: Bank Digital dengan Dukungan Ekosistem Besar

PT Superbank Indonesia Tbk (SUPA), sebelumnya Bank Fama, menjadi salah satu IPO bank digital terbesar tahun ini. Didukung investor strategis seperti Singtel, Grab, Emtek, dan KakaoBank, SUPA memiliki akses luas ke ekosistem digital dan potensi akuisisi pengguna yang besar.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: