IPO Jumbo Superbank Masuk Pasar Perdana, Ini Strategi Tepat Saat Alokasi Terbatas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Menjelang penutupan tahun 2025, aktivitas penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) kembali meningkat. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dan PT Superbank...

IPO Jumbo Superbank Masuk Pasar Perdana, Ini Strategi Tepat Saat Alokasi Terbatas
Bacakan Artikel

SUPA menawarkan 4,4 miliar saham dengan harga Rp525โ€“Rp695 per saham, berpotensi menghimpun dana Rp2,3โ€“3 triliun. Dana IPO akan difokuskan untuk ekspansi kredit digital, penguatan permodalan, dan pengembangan teknologi. Perusahaan dijadwalkan melantai di BEI pada 17 Desember 2025.

Menurut Stefanus, โ€œSUPA berada pada fase pertumbuhan dana pihak ketiga yang agresif. Tantangannya bukan sekadar memperluas akuisisi pengguna, tetapi juga menjaga kualitas kredit, efisiensi biaya teknologi, dan profitabilitas yang berkelanjutan. Dukungan ekosistem besar memberikan keunggulan strategis yang belum dimiliki sebagian besar bank digital lain.โ€

Meski SUPA sempat mencatat rugi bersih beberapa tahun terakhir, hingga Juni 2025 perusahaan mulai mencatat laba sekitar Rp20,5 miliar, berbalik dari rugi Rp135 miliar pada periode sebelumnya. Dari sisi valuasi, estimasi PBV SUPA sebesar 2,35โ€“2,83x, berada di kisaran rata-rata industri 2,83x, menunjukkan valuasi relatif kompetitif dibanding pesaing sejenis

Investor juga bisa mencermati bahwa beberapa emiten yang di underwriter oleh Mandiri Sekuritas (CC) cenderung mencatat kenaikan pada hari pertama listing, seperti FORE (+34%) dan CNMA (+17%), yang dapat menjadi pertimbangan tambahan dalam evaluasi SUPA menjelang IPO.

RDPT Jadi Pilihan Tepat Saat Minat IPO Tinggi dengan Alokasi Terbatas

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: