Kronologi Utang BNBR ke Eurofa dan SMIL Berujung Konversi jadi Saham
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sedang mengambil langkah penting untuk menyelesaikan utang kepada dua krediturnya, yaitu Eurofa Capital Investment Inc (Eurofa) dan Silver...
Untuk melunasi utang tersebut, BNBR dan Eurofa telah menandatangani Perjanjian Penyelesaian Eurofa. Dalam kesepakatan ini, utang BNBR sebesar US$50 juta akan dilunasi melalui penerbitan saham baru. Perusahaan akan menerbitkan 11,7 miliar lembar saham senilai Rp750 miliar kepada Eurofa melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sesuai dengan POJK 32/2015.
Dengan langkah ini, utang BNBR kepada Eurofa akan diklasifikasikan sebagai cadangan modal dalam ekuitas.
Sementara itu, utang BNBR kepada SMIL berasal dari Settlement Agreement yang ditandatangani pada 30 September 2022. Dalam kesepakatan tersebut, BNBR dan GGL sepakat untuk menyelesaikan kewajiban sebesar US$53 juta.
Dalam kesepakatan itu, saldo tagihan sebesar US$30,5 juta dialihkan ke SMIL, yang setara dengan Rp465,1 miliar. Kewajiban ini jatuh tempo pada 30 September 2023. Pada 29 September 2023, BNBR dan SMIL menandatangani perubahan perjanjian yang menetapkan utang dalam mata uang Rupiah. Kini, total utang tersebut berjumlah Rp465,1 miliar, dengan pelunasan paling lambat 30 September 2024.
Pada perjanjian penyelesaian yang ditandatangani pada 30 September 2024, BNBR dan SMIL sepakat bahwa saldo utang BNBR sebesar Rp105 miliar akan diselesaikan melalui cara non-tunai. BNBR berencana menerbitkan 1,64 miliar lembar saham baru senilai Rp105 miliar melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sesuai dengan POJK 32/2015.
- 1
- 2
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- RUPST ICON Putuskan Tak Bagikan Dividen Tahun 2025
- MDIA Buka Suara soal Volatilitas Saham, Ungkap VIVA Alihkan 1 Miliar Saham
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Samuel Sekuritas Tambah Kepemilikan di NSSS Jadi 25,18% Usai Transaksi Repo
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- WOMF Serap 100% Dana Obligasi Rp779,52 Miliar untuk Pembiayaan Konsumen
- ACES Bukukan Laba Rp390,3 Miliar pada Semester I 2026, Ekspansi AZKO Capai 276 G...
- RUPST ICON Putuskan Tak Bagikan Dividen Tahun 2025
- MDIA Buka Suara soal Volatilitas Saham, Ungkap VIVA Alihkan 1 Miliar Saham
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- NIRO Bakal Lepas Salah Satu Lini Usaha Entitas Anak, Ini Tujuannya
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026