Mei 2022, Inflasi Inggris Tertinggi dalam 40 Tahun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Inggris mencatat tingkat inflasi mencapai 9,1% secara tahun-ke-tahun (yoy) pada Mei 2022. Itu karena melonjaknya harga makanan dan energi. Lonjakan inflasi itu terus memperd...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Inggris mencatat tingkat inflasi mencapai 9,1% secara tahun-ke-tahun (yoy) pada Mei 2022. Itu karena melonjaknya harga makanan dan energi.
Lonjakan inflasi itu terus memperdalam krisis biaya hidup negara itu. Ledakan inflasi ini pada akhirnya membuat bank sentral menaikkan suku bunga dengan harapan inflasi tidak terus menanjak.
Mengutip CNBC International, Jumat, 24 Juni 2022, kontribusi kenaikan inflasi terbesar berasal dari perumahan dan jasa rumah tangga, terutama listrik, gas, dan bahan bakar lainnya, serta transportasi (kebanyakan bahan bakar motor dan mobil bekas).
Kenaikan inflasi ke angka 9,1% dalam indeks harga konsumen sejalan dengan ekspektasi para ekonom dalam jajak pendapat dan sedikit lebih tinggi dari kenaikan 9% yang tercatat pada April.
Harga konsumen naik 0,7% bulan ke bulan di Mei, sedikit di atas ekspektasi untuk kenaikan 0,6%, tetapi jauh di bawah kenaikan bulanan 2,5% pada April. Indeks Harga Konsumen termasuk biaya perumahan pemilik penghuni (CPIH) berada di 7,9% dalam 12 bulan hingga Mei lalu, naik dari 7,8% pada April.
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten