Misbakhun Ungkap Alasan S&P Pertahankan Outlook Stabil RI di Tengah Isu Patriot Bond
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) tetap mempertahankan outlook...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) tetap mempertahankan outlook Indonesia pada level stabil, meski sebelumnya muncul kekhawatiran terkait rasio pembayaran bunga utang dan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Misbakhun mengatakan salah satu isu yang menjadi perhatian pasar internasional adalah ketentuan Pasal 50A UU P2SK mengenai Patriot Bond atau Merah Putih Bond.
Menurut dia, pasar perlu memahami sistem keuangan Indonesia yang telah memiliki mekanisme pengawasan dan mitigasi risiko yang memadai.
"Sebenarnya perlu dipahamkan kepada pasar bahwa sistem keuangan kita itu adalah sistem yang sangat stabil dan menjalankan proses di masing-masing wilayahnya," kata Misbakhun dalam diskusi di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia menepis anggapan yang menyebut Patriot Bond berpotensi menjadi sarana pencucian uang.
Misbakhun menjelaskan pembelian surat utang dalam jumlah besar tidak dilakukan secara tunai, melainkan melalui lembaga keuangan yang telah menerapkan prinsip know your customer (KYC).
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan, Siapkan Usa...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem