Naik Tajam Tanpa Rem, Dua Saham Ini Langsung Disetop BEI!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Suspensi...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Suspensi ini dilakukan karena harga saham kedua emiten tersebut mengalami lonjakan yang sangat tinggi.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan, langkah ini diambil demi perlindungan investor. "Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK)," ujarnya dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (12/6/2025).
Penghentian sementara perdagangan saham UDNG dan PACK berlaku mulai sesi I pada 12 Juni 2025. Keduanya tidak bisa diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sampai pengumuman lebih lanjut dari BEI.
Harga saham UDNG naik drastis pada penutupan perdagangan Rabu, 11 Juni 2025. Saham ini melonjak Rp80 atau 9,47% ke level Rp925. Seluruh transaksi hari itu hanya terjadi pada satu harga, yaitu Rp925, yang menjadi harga tertinggi sekaligus terendah hari itu.
Kapitalisasi pasar UDNG juga ikut terdongkrak menjadi sekitar Rp1,62 triliun. Sepanjang 52 minggu terakhir, saham ini sempat menyentuh titik terendah di Rp37 sebelum akhirnya meroket ke level Rp925.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...