Ngeri! Kerugian Penipuan Tembus Rp8,2 Triliun, OJK Sikat Ribuan Pinjol dan Investasi Bodong
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat angka fantastis terkait kerugian akibat penipuan di sektor keuangan. Total kerugian dana yang dilaporkan masyarakat menembus angka tril...
“Sejauh ini, total kerugian dana yang telah dilaporkan sebesar Rp8.2 triliun dan total dana korban yang sudah diblokir sebesar Rp389.3 miliar. IASC akan terus meningkatkan kapasitasnya mempercepat penanganan kasus penipuan di sektor keuangan,” ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Selain kerugian materi, pengaduan konsumen juga membludak. Sejak 1 Januari 2025 hingga 17 November 2025, terdapat 470.678 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK). Jumlah ini termasuk 48.355 pengaduan.
Sektor teknologi finansial atau financial technology (fintech) mendominasi keluhan. Tercatat ada 18.678 pengaduan dari industri ini. Sektor perbankan menyusul dengan 17.939 pengaduan. Perusahaan pembiayaan mencatatkan 9.591 pengaduan. Sementara itu, asuransi menyumbang 1.442 pengaduan, serta 705 pengaduan dari pasar modal dan industri keuangan non-bank lainnya.
OJK juga gencar memberantas keuangan ilegal. Sejak 1 Januari hingga 30 November 2025, otoritas menerima 23.147 pengaduan terkait entitas ilegal. Rinciannya, 18.633 pengaduan mengenai pinjol ilegal dan 4.514 pengaduan terkait investasi ilegal.
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) langsung bertindak tegas. Pada periode Januari sampai 30 November 2025, OJK telah menemukan dan menghentikan 2.263 entitas pinjol ilegal. Sebanyak 354 penawaran investasi ilegal di sejumlah situs dan aplikasi juga dihentikan karena berpotensi merugikan masyarakat.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...