Pefindo Turunkan Peringkat Obligasi dan Sukuk Wijaya Karya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat sejumlah utang Obligasi dan Sukuk Mudharabah emiten BUMN karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Pefindo mere...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat sejumlah utang Obligasi dan Sukuk Mudharabah emiten BUMN karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Pefindo merevisi outlook dari stabil menjadi negatif untuk utang WIKA.
Berdasarkan ikhtisar peringkat, Pefindo menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan (SR) I, II, III, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I, II, III dari idA menjadi idBBB.
Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan WIKA mengemukakan, Pefindo memberikan peringkat idBBB dengan kategori Negative Outlook dari sebelumnya idA dengan kategori Stable Outlook.
"Sesuai dengan rilis yang dikeluarkan oleh Pefindo, salah satu hal yang menjadi penyebab turunnya peringkat adalah struktur permodalan yang sangat agresif dan likuiditas yang lemah untuk memenuhi kewajiban utang jangka pendek yang akan jatuh tempo," katanya dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/6).
Selain itu, peringkat idBBB juga mencerminkan posisi pasar WIKA yang kuat pada industri konstruksi nasional dan sumber pendapatan yang terdiversifikasi. Hal ini menjadi salah satu kekuatan Perseroan dalam posisi penyehatan keuangan.
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten