Prabowo Absen Lagi di Pembukaan BEI, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto di Bursa Efek Indonesia (BEI). Presiden kembali absen dalam seremon...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto di Bursa Efek Indonesia (BEI). Presiden kembali absen dalam seremonial pembukaan perdagangan awal tahun 2026. Purbaya menegaskan hal ini bukan masalah besar karena Presiden tengah fokus menangani korban bencana.
Purbaya menjelaskan posisi Presiden yang memilih terjun langsung ke lapangan. Menurutnya, langkah tersebut justru menunjukkan kepedulian tinggi Kepala Negara terhadap rakyat. Ketidakhadiran fisik di gedung bursa tidak mengurangi komitmen pemerintah terhadap ekonomi.
"Presiden lagi di Aceh. Itu juga menunjukkan bahwa Presiden amat peduli dengan masalah yang dialami masyarakat. Artinya apa? Yang lain pun nanti akan diperhatikan, termasuk ekonomi. Jadi, komitmen Presiden terhadap masyarakat, terhadap ekonomi, amat kuat. Diperlihatkan dengan kunjungannya ke Aceh itu. Jadi, nggak masalah, nggak apa-apa. Kan alat-alatnya Presiden di sini semua," ujar Purbaya usai acara Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Absennya Prabowo kali ini menambah daftar panjang ketidakhadirannya di bursa. Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Prabowo tercatat belum pernah menghadiri seremonial penutupan maupun pembukaan perdagangan secara langsung. Tradisi Presiden meresmikan pembukaan pasar belum terlaksana hingga awal 2026.
Catatan ketidakhadiran dimulai saat Penutupan Perdagangan Tahun 2024 pada 30 Desember 2024. Saat itu, peresmian dilakukan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi. Selanjutnya, pada Pembukaan Perdagangan Tahun 2025, Prabowo batal hadir dan diwakilkan oleh Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani Indrawati.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas