Right Issue Melempem di 2024, Ini Jurus BEI untuk Bangkitkan Pasar!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Tren right issue di pasar modal Indonesia masih lesu tahun ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penghimpunan dana melalui right issue turun dari Rp51,37 triliun...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Tren right issue di pasar modal Indonesia masih lesu tahun ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penghimpunan dana melalui right issue turun dari Rp51,37 triliun pada 2023 menjadi Rp34,41 triliun di 2024.
Sebagian besar dana yang dihimpun setiap tahunnya berasal dari sektor keuangan. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kebutuhan pendanaan, kondisi pasar, dan situasi ekonomi secara keseluruhan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menilai keputusan perusahaan untuk melakukan right issue umumnya didasarkan pada strategi permodalan dengan mempertimbangkan kondisi pasar. "Pertimbangan dilakukan right issue pada umumnya didasarkan strategi permodalan perusahaan dengan memperhatikan kondisi pasar," ujarnya di Jakarta, Jumat (28/2/2025).
BEI terus berupaya menggairahkan pasar modal agar right issue kembali menarik bagi emiten. Bursa aktif mengedukasi dan mensosialisasikan regulasi, manfaat, serta prospek pelaksanaan aksi korporasi ini kepada Perusahaan Tercatat. โUpaya ini bertujuan mendorong perusahaan tercatat agar lebih aktif dalam melakukan aksi korporasi, khususnya right issue,โ terang Nyoman.
Selain itu, BEI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengadakan acara yang membahas perkembangan dan prospek perekonomian Indonesia. "Harapannya, kegiatan tersebut dapat meningkatkan keyakinan Perusahaan Tercatat terhadap outlook ekonomi Indonesia di tahun 2025, sehingga penghimpunan dana dari right issue di tahun 2025 lebih meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya," jelas Nyoman.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)