Sudah Kena UMA tapi Harga Masih Ngebut, BEI Akhirnya Suspensi Saham Ini!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) pada Selasa, 30 Juli 2025. Penghentian ini berlaku di Pasar Regul...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) pada Selasa, 30 Juli 2025.
Penghentian ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Langkah tersebut diambil setelah harga saham BUVA mengalami lonjakan signifikan yang dinilai tidak wajar.
BEI menyatakan penghentian ini dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor. Suspensi bertujuan memberi waktu kepada investor untuk mencerna informasi secara matang sebelum mengambil keputusan.
“Penghentian sementara perdagangan saham BUVA tersebut dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterbukaan informasi di laman BEI dikutip, Rabu (30/7/2025) .
Sebelum suspensi, saham BUVA sempat masuk daftar Unusual Market Activity (UMA) pada Selasa 29 Juli 2025. BEI menilai telah terjadi lonjakan harga yang tidak biasa. BEI sebelumnya juga pernah memasukkan saham BUVA dalam daftar UMA pada 12 Februari 2025. Informasi terakhir dari perusahaan ini adalah soal perubahan struktur internal audit yang diumumkan pada 25 Juli 2025.
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten