Tambah Investasi, Hillcon Equity Management Borong 888 Ribu Saham HILL
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hillcon Equity Management (HEM), pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk (HILL) memborong 888.000 (0,03%) saham perusahaan tersebut melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hillcon Equity Management (HEM), pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk (HILL) memborong 888.000 (0,03%) saham perusahaan tersebut melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Maret 2025.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Hillcon Equity Management (HEM), atas HILL meningkat menjadi 59,57% dari sebelumnya sebesar 59,54% saham.
Surniati S.H, Sekretaris Perusahaan HILL dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Jumat (14/3/2025) mengatakan, tujuan Hillcon Equity Management membeli saham HILL adalah untuk menambah investasi langsung.
Seperti dikutip dari laporan keuangan per September 2024 , pemegang saham emiten dengan aset Rp6,02 triliun per September 2024, adalah PT Hillcon Equity Management sebesar 63,01%, PT Bukit Persada Indonesia sebesar 16,15%, PT CGS International Sekuritas Indonesia sebesar 7,33%, dan investor publik 13,51%.
Hingga triwulan III/2024, HILL membukukan laba sebesar Rp8,75 miliar, anjlok 97% jika dibandingkan Rp260,15 miliar pada triwulan III/2023. Pendapatan bersih emiten konstruksi sipil dan penambangan itu turun 5,4% menjadi Rp2,73 triliun pada triwulan III/2024, dari Rp2,88 triliun pada periode yang sama tahun 2023.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...