Bank Mandiri Naikkan Target Pertumbuhan Kredit 2024 Jadi 18%. Ini Alasannya!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit yang mengesankan pada paruh pertama tahun 2024. Penyaluran kredit konsolidasi Bank Mandiri meningkat 20,5%...

Bank Mandiri Naikkan Target Pertumbuhan Kredit 2024 Jadi 18%. Ini Alasannya!
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit yang mengesankan pada paruh pertama tahun 2024. Penyaluran kredit konsolidasi Bank Mandiri meningkat 20,5% year-on-year (YoY) menjadi Rp1.532 triliun. Pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata industri perbankan yang hanya tumbuh sebesar 12,36% pada Juni 2024.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, segmen korporasi menjadi penyumbang terbesar dalam pencapaian ini. Kredit untuk segmen ini mencapai Rp561 triliun, naik 29,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kredit di segmen komersial juga meningkat 21,7% menjadi Rp262 triliun, sementara kredit UMKM naik 6,3% menjadi Rp127 triliun. Kredit konsumer menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 9,02% menjadi Rp116 triliun.

Darmawan Junaidi menjelaskan, "Kami memanfaatkan ketangguhan model bisnis kami untuk mendorong kinerja usaha dan mempertahankan daya saing." Pertumbuhan kredit yang signifikan ini terutama didorong oleh segmen wholesale yang mengalami lonjakan sebesar 27% YoY. "Permintaan dari nasabah segmen wholesale tetap kuat, mendukung pertumbuhan yang pesat di sektor ini," tambahnya.

Sementara itu, kredit di segmen retail juga menunjukkan pertumbuhan positif, mencapai 10,8% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit di segmen retail industri yang hanya 8,6% YoY. "Strategi kami di segmen retail melibatkan pendekatan ekosistem dan fokus pada sektor unggulan di berbagai wilayah, baik melalui cabang maupun platform digital," imbuh Darmawan.

Melihat pencapaian tersebut, Bank Mandiri memutuskan untuk merevisi target pertumbuhan kredit mereka. Guidance pertumbuhan kredit yang awalnya sebesar 13-15% YoY, kini direvisi menjadi 16-18% YoY secara konsolidasi. "Dengan trajektori pertumbuhan yang positif, kami yakin revisi ini akan lebih mencerminkan potensi kami di pasar," kata Darmawan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2