RAFI Optimistis Kinerja Melonjak di Akhir 2025, Fokus Efisiensi dan Produk Baru
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) tetap optimistis kinerjanya akan membaik pada kuartal IV-2025. Meski sepanjang tahun ini menghadapi tekanan margin akibat fluktuasi ekonomi glo...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) tetap optimistis kinerjanya akan membaik pada kuartal IV-2025. Meski sepanjang tahun ini menghadapi tekanan margin akibat fluktuasi ekonomi global dan pelemahan daya beli masyarakat, manajemen yakin langkah efisiensi dan inovasi produk bisa memperkuat kinerja perusahaan.
Direktur Utama RAFI, Eko Pujianto, mengatakan beberapa faktor eksternal menjadi tantangan utama, terutama kenaikan harga bahan baku dan biaya logistik. Meski begitu, perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menjaga arus kas dan profitabilitas.
โKami melakukan negosiasi ulang terkait cost of fund agar beban bunga bisa turun, serta menjalankan efisiensi dengan mengubah beberapa biaya tetap menjadi variabel, termasuk penerapan work from anywhere,โ ujar Eko Pujianto dalam keterangannya, ditulis Selasa (14/10/2025).
Selain efisiensi, RAFI juga fokus pada pengembangan produk baru untuk mendukung pertumbuhan bisnis di sisa tahun ini.
RAFI awalnya dikenal lewat bisnis kuliner Kebab Baba Rafi, yang kemudian berkembang menjadi dua entitas berbeda. Saat ini, RAFI mengelola wilayah barat Indonesia dengan fokus pada bisnis kemitraan, pasokan bahan baku, dan ekspansi produk makanan.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem