Respon Menkeu Soal Bersih-bersih "Saham Gorengan", Ketua OJK: "Saya Bukan Juru Bicara Pak Purbaya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, memberikan tanggapan menarik mengenai isu "saham gorengan". Hal ini merespons pernyataan Menteri Keuang...

Respon Menkeu Soal Bersih-bersih "Saham Gorengan", Ketua OJK: "Saya Bukan Juru Bicara Pak Purbaya
Bacakan Artikel

"Tapi yang tadi kami sampaikan penjelasan yang 5% tadi, yang ke atas maupun ke bawah, itu akan memberikan penjelasan dengan baik bahwa ini adalah besaran saham yang termasuk benar-benar dalam standar internasional sebagai free float," papar Mahendra.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menambah likuiditas pasar. Dengan saham yang benar-benar bebas beredar dalam jumlah besar, stabilitas harga akan lebih terjaga. Hal ini akan meminimalisasi ruang gerak bagi pihak-pihak tertentu untuk mempermainkan harga.

"Nah lalu keinginan untuk memperbesar jumlah minimum saham free float itu akan menambah likuiditas di pasar sehingga satu pihak, dos pihak, tiga pihak semata-mata yang bisa masuk membeli dan menjual dan kemudian bisa memengaruhi pasar karena likuiditasnya kecil dan juga karena free float-nya kecil itu bisa diminimalisasi," tegasnya.

Mahendra meyakini penjelasan teknis tersebut merupakan inti dari maksud Menteri Keuangan. Meski IHSG sempat mengalami trading halt, pemerintah tetap optimistis ekonomi nasional solid. Menkeu Purbaya bahkan menargetkan IHSG menembus level Rp10.000 pada akhir 2026.

"Itu sebenarnya yang istilah mungkin dimaksudkan oleh Menteri Keuangan ya. Bagaimana, makin jelas atau makin bingung? Makin jelas ya," tutup Mahendra.

Pilih Halaman: