BNI Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Borong Saham Sendiri, Cek Jadwalnya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran fantastis. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan anggaran fantastis. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun.
Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menyampaikan rencana ini dalam keterbukaan informasi. Dokumen resmi tersebut dipublikasikan pada Kamis (29/1/2026). Anggaran Rp1,5 triliun tersebut sudah mencakup biaya transaksi bagi perusahaan.
Manajemen BNI memperkirakan biaya pendukung aksi ini sekitar 0,32%. Biaya tersebut meliputi jasa transaksi, biaya penyimpanan, hingga biaya komitmen. Dana untuk aksi borong saham ini berasal dari arus kas bebas perusahaan.
BNI menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 Maret 2026. Rapat ini bertujuan meminta persetujuan para pemegang saham atas rencana buyback tersebut. Setelah mendapat restu, periode pelaksanaan buyback akan berlangsung selama 12 bulan.
Target waktu eksekusi mulai 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027. BNI meyakini kondisi fundamental perusahaan tetap kokoh di tengah tekanan pasar. Saham perbankan nasional sebelumnya sempat tertekan akibat ketidakpastian global dan risiko geopolitik.
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah