Saham PDES dan TGUK Melonjak Tajam, BEI Keluarkan Peringatan UMA
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan telah terjadi aktivitas perdagangan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) pada saham PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan telah terjadi aktivitas perdagangan tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) pada saham PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) dan PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK). Lonjakan harga yang terjadi dinilai tidak lazim dan sedang dalam pemantauan pihak bursa.
Pengumuman UMA ini diterbitkan melalui surat resmi Peng-UMA-00111/BEI.WAS/05-2025 untuk saham PDES dan Peng-UMA-00110/BEI.WAS/05-2025 untuk saham TGUK. BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap aturan pasar modal.
"Pengumuman UMA diterbitkan sebagai bagian dari perlindungan investor," ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (9/5/2025).
Informasi terakhir yang dirilis emiten PDES adalah laporan perubahan kepemilikan saham pada 8 Mei 2025. Sementara untuk TGUK, informasi terakhir yang dipublikasikan adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek per 10 April 2025. Sebelumnya, TGUK juga sempat masuk dalam daftar UMA pada 8 Agustus 2024.
BEI mengimbau investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa. Investor juga diminta mencermati kinerja dan keterbukaan informasi dari masing-masing perusahaan. Jika ada rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS, sebaiknya dikaji kembali. Selain itu, investor diminta mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul sebelum membuat keputusan investasi.
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...