Saratoga Bukukan Kinerja Solid di 2024, Didukung AADI, ADRO dan TBIG
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sepanjang tahun 2024 membukukan kinerja yang solid. Ini ditandai dengan pertumbuhan Nilai Aset Bersih (Net Asset Value โ NAV) sebesar...
Aksi korporasi ini dilakukan berdasarkan pada fundamental bisnis Brawijaya yang solid serta potensinya untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan layanan kesehatan di beberapa wilayah di Indonesia. Saat ini, Brawijaya telah memiliki dan mengoperasikan lima rumah sakit dan dua klinik yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Bandung, dan Tangerang.
SRTG optimistis terhadap ekspansi bisnis Brawijaya, dengan didukung oleh tim manajemen yang kuat dan memiliki pengalaman panjang di sektor kesehatan. Kolaborasi SRTG dan Brawijaya akan memperkuat operasional rumah sakit dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Sementara itu, Lany D. Wong, Direktur Keuangan SRTG, menjelaskan, Loan-to-Value (LTV) perusahaan meningkat menjadi 3,1% di tahun 2024 dari 0,5% pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan upaya SRTG dalam mengoptimalkan struktur permodalan guna mendukung peluang investasi berkualitas tinggi.
Lany menegaskan bahwa tingkat ini tetap berada dalam batas yang sehat, memberikan fleksibilitas keuangan yang kuat serta memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan peluang pasar secara optimal.
โDengan struktur keuangan yang kuat dan efisien, SRTG dapat mengoptimalkan setiap peluang investasi di Indonesia yang masih terbuka luas. Sesuai komitmen SRTG, investasi perusahaan akan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,โ kata Lany.
Sebagai informasi, Lany menyampaikan update perusahaan portofolio SRTG, khuhusnya di perusahaan terbuka. Pertama, ย PT AlamTri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Pada Desember 2024, ADRO menyelesaikan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) dan divestasi anak perusahaan batu bara termal di bawah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Setelah penjualan tersebut, ADRO mengalihkan fokusnya ke batubara metalurgi dan pengolahan mineral melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), serta energi terbarukan. Langkah ini memungkinkan setiap lini usaha untuk beroperasi dengan strategi dan arah pertumbuhan yang lebih jelas, sekaligus memberikan transparansi yang lebih baik bagi investor di masing-masing sektor.
Menutup tahun 2024, pemegang saham ADRO telah menyetujui pembagian dividen interim sebesar US$200 juta, yang dibayarkan pada 15 Januari 2025. Selain itu, MSCI telah meningkatkan peringkat ESG ADRO dari BBB menjadi A, menjadikannya perusahaan pertama di sektor pertambangan batu bara Indonesia yang memperoleh peringkat A dari MSCI.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semes...
- Kasus Dana Syariah Indonesia, OJK Ungkap Hasil Pemeriksaan Khusus dan Serahkan I...
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90