Saratoga Bukukan Kinerja Solid di 2024, Didukung AADI, ADRO dan TBIG
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sepanjang tahun 2024 membukukan kinerja yang solid. Ini ditandai dengan pertumbuhan Nilai Aset Bersih (Net Asset Value โ NAV) sebesar...
Berikutnya, dua aktivitas Perseroan di perusahaan non-terbuka. Pertama, Bersama Digital Asia Infrastructure (BDIA). Anak perusahaan BDIA, Bersama Digital Data Centres (BDDC), penyedia data center di dalam kota yang terdepan dengan sistem digital dan interkonektivitas yang terintegrasi, mencapai tonggak sejarah penting pada tahun 2024 menyusul peresmian data center Tier IV di Jakarta Timur.
Fasilitas JST1 (Jakarta Selatan Timur), data center kedua BDDC, menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan infrastruktur digital yang andal bagi para pelaku industri lokal dan global, serta mendorong pertumbuhan teknologi digital di Indonesia.
JST1 merupakan gedung delapan lantai yang dirancang untuk menampung hingga 1.008 rak. Ke depannya, BDDC berencana untuk meningkatkan kapasitas dari JST1 dan JBT1 (Jakarta Barat Tangerang) hingga masing-masing mencapai maksimum 32MW dan 30MW, untuk mendukung pertumbuhan di masa depan dan mengantisipasi permintaan yang terus meningkat.
Kedua, Xurya Daya Indonesia (Xurya). Sebagai pelopor dalam skema sewa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tanpa biaya awal, Xurya berhasil membangun lebih dari 100 MWp kapasitas listrik PLTS melalui hampir 208 proyek PLTS atap yang tersebar di 13 provinsi di Indonesia pada tahun 2024.
Skema ini telah membantu lebih dari 100 perusahaan untuk mulai menggunakan energi surya, menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi emisi karbon di Indonesia. Selain itu, Xurya juga memperluas jangkauan proyeknya ke daerah-daerah terpencil, seperti Kepulauan Riau di tahun 2024.
Dengan komitmen kuat terhadap praktik berkelanjutan, Xurya menjadi perusahaan bersertifikat B Corp dan mendapat kehormatan untuk menerima penghargaan ESG Award 2024 untuk Kategori Impact Entrepreneurship dari Yayasan Kehati. Sepanjang tahun 2024, Xurya telah berkontribusi dalam mengimbangi sekitar 85.000 ton emisi COโ.
Pada tahun 2024, Xurya menyelesaikan konstruksi dan memulai operasi dari total 52 proyek, termasuk PT MC Pet Film Indonesia (MFI), PT Lautan Natural Krimerindo, FKS Group, Pasific Paint, dan Yakult Indonesia Persada (pabrik Sukabumi).
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas