Minggu, November 30, 2025
30.4 C
Jakarta

Tak Cuma Jualan Kebab, SKB Food Siap Terjun ke Bisnis Peternakan dan Buah Lokal Demi Misi Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) atau SKB Food terus mematangkan strategi bisnisnya untuk menyongsong tahun 2026. Perusahaan pengelola waralaba Kebab Turki Baba Rafi ini berencana melakukan ekspansi besar-besaran. Mereka tidak lagi hanya ingin dikenal sebagai perusahaan perdagangan atau trading. Perseroan bersiap masuk ke sektor hulu dengan menggarap bisnis budidaya pertanian dan peternakan.

Rencana strategis ini disampaikan dalam paparan publik atau Public Expose yang digelar di Jakarta, Jumat (28/11/2025). Manajemen melihat peluang besar untuk memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat dan ekonomi nasional. Fokus utama mereka beralih menjadi perusahaan yang berbasis nilai tambah dan inovasi.

Direktur Utama PT Sari Kreasi Boga Tbk, Eko Pujianto menjelaskan alasan di balik langkah berani ini. Ia ingin perusahaan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Selain itu, langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pangan lokal.

“Oke, sebagaimana kita sekarang itu apa fokus kita adalah more impact dan lebih berdampak dan lebih bernilai kita. Selama ini kita lebih fokus kepada trading. Jadi untuk apa di bidang makanan dan peternakan dan sebagainya kita trading dan sekarang kita ingin memperkuat juga bisnis kita biar lebih berdampak itu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, melibatkan lebih banyak orang dan memperkuat pangan lokal, maka kita akan masuk ke apa peternakan dan apa dan juga pertanian lokal,” ujar Eko, ditulis Minggu (30/11/2025).

Komoditas yang menjadi incaran perusahaan adalah buah-buahan dan umbi-umbian lokal. Eko menilai hasil bumi Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk impor. Potensi ini yang ingin dimaksimalkan oleh perseroan.

“Nah, tentu dalam pengembangannya adalah buah dan umbi-umbian ini kami melihat Indonesia atau secara lokal itu memiliki potensi yang sangat luar biasa. Di antaranya adalah buah-buahan lokal kita atau hasil bumi dari tanah nusantara kita itu sangat luar biasa, harusnya bisa bersaing dengan produk-produk dari luar,” imbuh Eko.

Semangat ini mendorong SKB Food untuk tidak sekadar menjadi perantara jual beli. Perseroan ingin terlibat langsung dalam proses budidaya. Hal ini mencakup sektor perkebunan hingga peternakan.

Eko menegaskan, “Nah itu yang menjadi semangat dari perseroan untuk bisa masuk lebih dalam bukan hanya sekedar jual beli atau trading melainkan kepada sektor budidaya, baik itu buah, perkebunan, ataupun pertanian, ataupun peternakan.”

Terkait mekanisme ekspansi, manajemen masih melakukan kajian mendalam. Opsinya bisa berupa kemitraan, akuisisi lahan, atau akuisisi perusahaan lain yang sudah berjalan. Semuanya masih dalam tahap pertimbangan matang.

“Kemudian untuk strateginya seperti apa, apakah kemitraan atau akuisisi lahan ataukah akuisisi perseroan, itu sedang kami kaji mendalam untuk saat ini sehingga nanti ditunggu saja tanggal mainnya,” tambah Eko.

Langkah ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah. SKB Food ingin berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Isu pangan dinilai sangat strategis dan krusial bagi masa depan bangsa.

“Namun kami akan berfokus kepada hal tersebut karena itu adalah isu pangan dan isu yang sangat strategis bagi masyarakat dan juga utamanya bagi pemerintahan kita yang sekarang untuk mencapai cita-cita yaitu daulat pangan nasional,” tambah Eko.

Optimisme manajemen didukung oleh kinerja keuangan yang solid. Hingga kuartal III tahun 2025, SKB Food mencatatkan pendapatan sebesar Rp135,035 miliar. Kontributor utama pendapatan berasal dari penjualan ikan dan bahan baku ikan senilai Rp69,899 miliar.

Sektor beras dan bahan baku beras menyumbang Rp46,003 miliar. Sementara lini bisnis Lazizaa Rahmat Semesta menyumbang Rp12,689 miliar. Bisnis bahan baku kebab sendiri mencatatkan angka Rp3,832 miliar. Perseroan menargetkan pendapatan setahun penuh di 2025 bisa menembus angka Rp200 miliar.

Untuk mendukung ekspansi rantai pasok hingga ke pelosok desa, perseroan juga memperkuat infrastruktur teknologi. Perseroan sedang mengembangkan sistem teknologi informasi (IT) yang terintegrasi. Sistem ini nantinya akan memantau stok dan distribusi secara real-time.

Eko menjelaskan, “Untuk itu biar itu bisa berjalan dengan baik, operasionalnya bisa berjalan dengan baik, maka kita sedang mengembangkan sebuah sistem IT yang bisa membuat operasionalnya secara apa dashboard ya kita bisa baca dengan baik, mulai dari stok bahan baku, kebutuhan-kebutuhan di setiap daerah itu kita akan manfaatkan IT untuk memaksimalkan kinerja kita di bidang distribusi.”

Di sisi lain, bisnis waralaba yang menjadi fondasi perusahaan tetap akan dikembangkan. Saat ini SKB Food telah memiliki ribuan mitra yang berjalan. Inovasi merek baru juga telah disiapkan untuk meluncur tahun depan.

“Tapi kita juga akan mengembangkan juga beberapa brand yang untuk tahun depan kita akan kembangkan juga beberapa brand dan pada intinya kita akan benar-benar berfokus pada food and beverage dengan untuk memperkuat juga lini bisnis kita di tahun depan,” tutur Eko.

Melihat ke depan, manajemen sangat optimistis dengan prospek industri makanan dan minuman di tahun 2026. Fokus global dan nasional pada isu pangan menjadi peluang emas bagi pertumbuhan perusahaan.

Eko menutup dengan pernyataan optimis, “Untuk prospek bisnis makanan dan minuman ke depan, bagi perseroan kami membaca prospeknya akan sangat bagus dikarenakan iklim baik itu nasional maupun internasional sangat concern dan berfokus kepada isu pangan.”

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kabar Gembira! Lepas dari ‘Penjara’, Saham – saham Ini Bisa Ditransaksikan Lagi Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Bursa Efek Indonesia (BEI) membawa kabar...

13 Perusahaan Antre IPO, 7 Berpotensi Melantai Tutup Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Sejumlah perusahaan diketahui tengah mengantre untuk...

Simak! Ini 5 Saham Top Losers dalam Sepekan, Ada MSIN, PURI dan KOKA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru