Terancam Delisting dari BEI, OJK Ungkap Kondisi Terkini Restrukturisasi Utang Waskita Karya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menggembok saham Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 8 Mei 2023. Pemicunya, BUMN Karya tersebut menunda pembayaran bunga obligasi. Itu berarti,...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menggembok saham Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 8 Mei 2023. Pemicunya, BUMN Karya tersebut menunda pembayaran bunga obligasi. Itu berarti, sudah setahun lebih saham WSKT tak lagi diperdagangkan di lantai Bursa.
Menurut Peraturan Nomor I-N tentang Pembatalan Pencatatan (delisting) dan Pencatatan Kembali (relisting), BEI memiliki kewenangan untuk menghapuskan saham suatu emiten dalam beberapa situasi. Salah satunya adalah ketika Perusahaan Tercatat mengalami kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial maupun hukum, dan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai. Selain itu, saham Perusahaan Tercatat telah mengalami Suspensi Efek, baik di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dan/atau di seluruh Pasar, selama setidaknya 24 bulan terakhir.
โSehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat kami sampaikan bahwa saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Perseroan) telah disuspensi di Seluruh Pasar selama 12 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 8 Mei 2025,โ tulis BEI dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada laman BEI, Rabu (8/5/2024).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut buka suara soal nasib WSKT yang terancam delisting tersebut. Menurut Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, pihaknya terus memantau dengan cermat proses restrukturisasi dan penyelesaian masalah utang yang tengah membelit WSKT.
ย "Kita terus melakukan upaya monitoring secara intensif," terang Inarno, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (13/5/2024).
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026