The Fed Beri Sinyal Hawkish, Harga Emas Dunia Merosot
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (19/6/2026) WIB. Penurunan ini dipicu oleh sinyal kebijakan hawkish dari bank sentr...
The Fed menahan suku bunga pada Rabu lalu. Namun, sembilan dari 19 pembuat kebijakan melihat perlunya kenaikan bunga akhir tahun ini.
Sikap ini mendorong penguatan mata uang dolar AS ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Dolar yang kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi para pembeli di luar negeri.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan bunga sebesar 88% pada Desember nanti. Angka ini melonjak tajam dari perkiraan sebelumnya yang hanya 61%.
Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga. Investasi ini biasanya sulit bersaing di tengah lingkungan suku bunga yang tinggi.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kabar dari Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Iran pada Rabu kemarin.
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten