Senin, Januari 12, 2026
25.4 C
Jakarta

TPIA dan Glencore Rampungkan Akuisisi Saham Shell Singapore di Shell Energy and Chemicals Park

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau disebut Chandra Asri Group dan Glencore merampungkan proses akuisisi saham Shell Singapore Pte. Ltd. (SSPL) di Shell Energy and Chemicals Park (SECP) (kini menjadi Aster Energy and Chemicals Park), di Singapura.

Akuisisi ini dilakukan melalui CAPGC Pte. Ltd., perusahaan patungan antara Chandra Asri Capital Pte. Ltd., anak usaha Chandra Asri Group, dan Glencore Asian Holdings Pte. Ltd, yaitu anak usaha Glencore. Kesepakatan ini diselesaikan melalui pembelian saham di Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster), anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh Shell Singapore Pte. Ltd.

Kawasan energi dan kimia ini mencakup kilang dengan kapasitas pemrosesan 237.000 barel minyak mentah per hari, Ethylene Cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta aset kimia hilir di Pulau Jurong.

Akuisisi ini merupakan langkah besar dalam memperluas jejak strategis Chandra Asri Group di industri energi, kimia, dan infrastruktur regional. Fasilitas tersebut akan terus beroperasi di bawah Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd., dan karyawan di Aster akan tetap berada di bawah kepemilikan baru.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan, akuisisi ini
menandai pencapaian penting bagi Chandra Asri Group dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia serta mendukung pertumbuhan industri kimia nasional.

“Dengan memperluas jejak strategis melalui Aster, kami memastikan ketersediaan sumber daya vital bagi negara serta berkontribusi pada stabilitas ekonomi jangka panjang dan daya saing global Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (03/4/2025).

Sebagai mitra pertumbuhan, Perseroan berharap dapat bekerja sama erat dengan para mitra Perseroan untuk mendorong inovasi, keunggulan operasional, dan pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.

Sementara itu, Managing Director Glencore Singapore, Quek Chin Thean, mengatakan, akuisisi oleh CAPGC sejalan dengan strategi kami yang lebih luas dalam berinvestasi pada aset berpotensi tinggi dan memperluas kehadiran di pasar utama.

“Perusahaan tetap berkomitmen untuk mendorong inovasi, keberlanjutan, dan keunggulan operasional di seluruh kegiatan bisnisnya,” katanya.

Akuisisi Aster semakin memperkuat komitmen Chandra Asri Group dalam mendukung ketahanan energi Indonesia dan memenuhi permintaan yang terus meningkat terhadap produk kimia. Aster akan berperan sebagai pemasok utama produk kilang dan petrokimia untuk memenuhi kebutuhan domestik Indonesia.

Dengan memanfaatkan kilang kelas dunia dan pusat perdagangan Aster, Chandra Asri Group akan memastikan ketersediaan produk minyak bumi yang krusial serta mengisi kesenjangan pasokan bahan kimia utama, termasuk MEG, Polyols, dan berbagai monomer. Langkah ini akan memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.

Selain itu, optimalisasi perdagangan antara Indonesia dan Singapura akan menjadi aspek kunci dalam sinergi ini. Kolaborasi dalam rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku seperti Naphta hingga penjualan silang produk kilang (Pygas & MTBE) serta produk petrokimia (Ethylene, Propylene, dan Raff-1), akan semakin meningkatkan efisiensi dan keandalan pasokan, sehingga memberikan manfaat bagi kedua pasar.

Akuisisi ini diperkirakan akan berdampak positif pada perekonomian Indonesia, dengan keuntungan yang dihasilkan dari Aster akan direpatriasi dan diinvestasikan kembali untuk mendukung pengembangan Chandra Asri Group serta memperkuat neraca pembayaran Indonesia.

Selain itu, ekspansi ini akan menciptakan 200 peluang kerja baru di Indonesia melalui pendirian perusahaan yang akan mengelola operasi backend Aster.

Ekspansi Chandra Asri Group di kawasan ASEAN akan semakin meningkatkan efisiensi ekonomi, yaitu dengan memanfaatkan proyeksi pertumbuhan di kawasan. Kemitraan yang berkolaborasi dengan Glencore juga turut mendorong inovasi, pertukaran pengetahuan, dan transfer teknologi yang akan memperkuat kedua perusahaan.

Dengan memanfaatkan keunggulan operasional dan praktik terbaik, kemitraan ini akan memperkuat daya saing global Indonesia, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam praktik industri yang maju.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kabar Gembira bagi Investor, BEI Cabut Suspensi Dua Saham Ini Mulai Sesi I Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri masa...

Adi Sarana (ASSA) Tambah Modal Anak Usaha Menjadi Rp20,51 Miliar, Buat Apa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)  telah meningkatkan...

Dwi Guna Laksana (DWGL) Lunasi Pokok dan Bunga MTN Tahun 2022 Senilai Rp205 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) mengumumkan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru