Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar di Semester I 2026
Direktur/Chief Financial Officer (CFO) PT Bank Neo Commerce Tbk, Sufen Triantio, mengatakan laba Semester I 2026 menunjukkan profitabilitas perseroan terus terjaga.
"Per Juni ini profit kita di Rp294 miliar untuk setengah tahun. Kalau dibanding sama tahun lalu semester satu itu kira-kira naik sekitar 7%," ujar Sufen.
Dari sisi fundamental, Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) BNC mencapai Rp1,11 triliun, sedangkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) meningkat menjadi Rp59,66 miliar atau tumbuh 6,77% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Efisiensi operasional juga membaik. Rasio BOPO turun menjadi 82,31% dari 84,81% pada Semester I 2025. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 3,23% dari 3,09%.
Kualitas aset turut menguat. Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross turun menjadi 2,99% dari 3,10% pada Semester I 2025. Sementara rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat menjadi 50,23% dari 41,27%, dengan modal inti mencapai Rp4,20 triliun atau tumbuh 14,52%.
Penyaluran kredit BNC tercatat Rp7,13 triliun pada Semester I 2026. Perseroan secara selektif mengurangi pembiayaan di segmen komersial dan korporasi untuk meningkatkan kualitas portofolio. Sebaliknya, penyaluran kredit ke segmen konsumer dan UMKM meningkat menjadi Rp5,80 triliun dari Rp5,44 triliun, atau tumbuh 6,68% secara tahunan.
Pada sisi transaksi digital, layanan QRIS mencatat pertumbuhan signifikan. Jumlah transaksi meningkat 124% menjadi 267,4 juta transaksi pada Semester I 2026 dari 119,3 juta transaksi pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan dari transaksi QRIS juga melonjak 246% menjadi Rp25,8 miliar dari Rp7,4 miliar.
Ke depan, BNC mengusung strategi "Building the Next Phase of Growth: Strengthening Performance, Technology, and Trust." Perseroan akan memperkuat profitabilitas, meningkatkan pemanfaatan AI dan teknologi digital, serta memperkuat kepercayaan nasabah melalui tata kelola perusahaan dan pengelolaan risiko yang prudent.
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten