Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar di Semester I 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) terus memperkuat transformasi sebagai bank dengan layanan digital melalui pengembangan teknologi artificial intelligence (AI), layanan wealth management, serta penyaluran kredit ke segmen ritel. Strategi tersebut turut menopang kinerja perseroan pada Semester I 2026.
Emiten dengan kode saham BBYB ini membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp294,85 miliar pada Semester I 2026. Angka tersebut meningkat 6,81% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp276,05 miliar. Perseroan juga mencatat total aset Rp17,45 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp12,30 triliun.
Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, mengatakan BNC telah memperbarui visi dan misi perusahaan seiring semakin berkembangnya industri bank digital di Indonesia.
"Saat ini kita mau memposisikan visi kita itu apa sih? Ya kita mau menjadi bank yang sangat praktikal, adaptasi terhadap kebutuhan keuangan daripada generasi modern saat ini," ujar Eri dalam media gathering akhir pekan lalu.
Selain menyediakan layanan digital, BNC juga ingin mendukung program pemerintah melalui peningkatan inklusi keuangan, literasi keuangan, serta penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
Menurut Eri, misi perusahaan dijalankan melalui lima fokus utama. Pertama, memperkuat kapabilitas digital. Kedua, meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Ketiga, memanfaatkan AI dan big data untuk memperkuat manajemen risiko dan meningkatkan ketepatan pemasaran produk.
"Sekarang ini lebih ke internal proses, nanti ke depannya kita akan juga luncurkan bagaimana nasabah-nasabah kita bisa memanfaatkan teknologi AI," katanya.
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten