Trump Pegang “Golden Share” di U.S. Steel, Pentagon Borong Saham Tambang Senilai US$400 Juta!

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Pemerintahan Donald Trump mulai bergerak agresif dalam urusan bisnis. Langkah ini bahkan disebut-sebut tak pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat, kecuali saat masa...

Trump Pegang “Golden Share” di U.S. Steel, Pentagon Borong Saham Tambang Senilai US$400 Juta!
Bacakan Artikel

Namun, situasi sekarang berbeda. Tidak ada perang atau krisis keuangan besar. Tapi persaingan global, terutama dengan China dan Rusia, serta disrupsi rantai pasok akibat pandemi Covid-19 membuat kebijakan ekonomi nasionalis kembali menguat.

AS kini menyadari bahwa model ekonomi China mengandalkan kelebihan kapasitas manufaktur yang membanjiri pasar dunia. Ini membuat persaingan menjadi tidak seimbang, kata Danzman.

Situasi makin panas saat China memberlakukan pembatasan ekspor logam tanah jarang pada April lalu. Dalam hitungan minggu, pabrikan otomotif di AS mulai panik karena kekurangan pasokan dan bahkan mengancam akan menghentikan produksi. Hal ini membuat AS harus kembali bernegosiasi dengan Beijing.

“Ini momen bersejarah yang memaksa kita meninjau ulang anggapan generasi sebelumnya tentang pasar bebas dan perdagangan global,” kata Wilson.

Namun, Danzman mengingatkan, intervensi negara bukan tanpa risiko. “Saat Anda mencoba memperbaiki kegagalan pasar dengan campur tangan pemerintah seperti ini, justru bisa muncul kegagalan baru,” ujarnya. “Itu membuat distorsi baru di pasar.”

Pilih Halaman: