Tumbuh 59% November 2022, Emisi Baru Surat Utang Korporasi Tembus Rp156 Triliun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat realisasi penerbitan baru surat utang korporasi tumbuh 59% menjadi sekitar Rp156 triliun pada November 2022, dibandingkan Rp9...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat realisasi penerbitan baru surat utang korporasi tumbuh 59% menjadi sekitar Rp156 triliun pada November 2022, dibandingkan Rp98,1 triliun di periode yang sama tahun 2021. Demikian dikemukakan oleh Hendro Utomo, Direktur Pemeringkatan Pefindo, dalam Media Forum Pefindo, secara daring, di Jakarta, Selasa (6/12).
Menurut Hendro, dari jumlah di atas, penerbitan surat utang dari Perusahaan BUMN mencapai Rp58,6 triliun. Itu terdiri dari obligasi Rp45,7 triliun, MTN Rp4,7 triliun dan sukuk Rp8,3 triliun. Adapun emisi surat utang yang berasal dari korporasi Non BUMN sebesar Rp97,4 triliun. Rinciannya adalah obligasi Rp82,5 triliun, MTN Rp3,6 triliun dan sukuk Rp11,4 triliun.
Berdasarkan dari sisi industri, lanjut Hendro, penyumbang terbesar penerbitan surat utang korporasi masih cukup konsisten dari tahun ke tahun yakni industri multifinance dengan kontribusi sebesar Rp25,9 triliun hingga November 2022. Industri pulp & paper cukup aktif tahun ini bila dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya dengan nilai penerbitan sampai dengan November sekitar Rp 24,8 triliun. Perbankan yang sebelumnya sempat menurun penerbitan surat utangnya di masa awal pandemi Covid 19 pada 2020 dan 2021, kali ini mulai menunjukan pemulihan. Emisi surat utang sektor perbankan di Pasar Modal Indonesia tercatat sebagai yang terbesar ketiga dengan nilai Rp14,1 triliun.
“Kemudian dilanjutkan dengan sektor konstruksi senilai Rp13,4 triliun dan mining di Rp13,23 triliun. Dan ada lagi sektor-sektor industri lainnya yang cukup beragam di tahun ini penerbitan surat utangnya. Tertentu saja, sudah mulai ada sektor-sektor baru juga,” terang Hendro.
Hendro menjelaskan, nilai surat utang yang diperingkat oleh Pefindo masih lebih tinggi dibandingkan lembaga rating lain. Hingga November 2022, total nilai surat utang yang diperingkat oleh Pefindo mencapai Rp124.4 triliun. Sektor pulp & paper menjadi industri yang paling banyak diperingat oleh Pefindo dengan nilai penerbitan sebesar Rp24,8 triliun. Posisi selanjutnya ditempati oleh industri multifinance Rp13,9 triliun, konstruksi Rp13,4 triliun, mining Rp13 triliun dan perbankan Rp12 triliun.
- Komisaris HEAL Hasmoro Borong 218.600 Saham Saat Harga Turun
- Pendapatan Melonjak 25%, EXCL Berhasil Pangkas Rugi Bersih di Semester I 2026
- BEI Soroti Lonjakan Saham KOTA 36,80%, Manajemen Buka Suara
- IHSG Pagi Ini Hijau, Sebanyak 294 Emiten Menguat, Ada AMMN, TPIA dan DEWA
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- Pendapatan Melonjak 25%, EXCL Berhasil Pangkas Rugi Bersih di Semester I 2026
- PALM Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo pada September 2026
- SNLIK 2026: Literasi Keuangan Naik Jadi 69,57%, Inklusi Capai 93,61%
- Komisaris HEAL Hasmoro Borong 218.600 Saham Saat Harga Turun
- BEI Soroti Lonjakan Saham KOTA 36,80%, Manajemen Buka Suara
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Usai Terbang Tinggi, BEI Akhirnya Cabut Suspensi Saham Ini Mulai Sesi Pertama
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar
- Harga Minyak Global Lanjutkan Tren Penguatan, Selat Hormuz Masih Terkunci Syarat...
- Wall Street Memerah, Saham Teknologi Rontok Saat Ketegangan Selat Hormuz Meningk...