Kamis, Juli 25, 2024
25.4 C
Jakarta

Tumbuh 59% November 2022, Emisi Baru Surat Utang Korporasi Tembus Rp156 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat realisasi penerbitan baru surat utang korporasi tumbuh 59% menjadi sekitar Rp156 triliun pada November 2022, dibandingkan Rp98,1 triliun di periode yang sama tahun 2021. Demikian dikemukakan oleh Hendro Utomo, Direktur Pemeringkatan Pefindo, dalam Media Forum Pefindo, secara daring, di Jakarta, Selasa (6/12).

Menurut Hendro, dari jumlah di atas, penerbitan surat utang dari Perusahaan BUMN mencapai Rp58,6 triliun. Itu terdiri dari obligasi Rp45,7 triliun, MTN Rp4,7 triliun dan sukuk Rp8,3 triliun.  Adapun emisi surat utang yang berasal dari korporasi Non BUMN sebesar Rp97,4 triliun. Rinciannya adalah obligasi Rp82,5 triliun, MTN Rp3,6 triliun dan sukuk Rp11,4 triliun.

Berdasarkan dari sisi industri, lanjut Hendro, penyumbang terbesar penerbitan surat utang korporasi masih cukup konsisten dari tahun ke tahun yakni industri multifinance dengan kontribusi sebesar Rp25,9 triliun hingga November 2022. Industri pulp & paper cukup aktif tahun ini bila dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya dengan nilai penerbitan sampai dengan November sekitar Rp 24,8 triliun. Perbankan yang sebelumnya sempat menurun penerbitan surat utangnya di masa awal pandemi Covid 19 pada 2020 dan 2021, kali ini mulai menunjukan pemulihan.  Emisi surat utang sektor perbankan di Pasar Modal Indonesia tercatat sebagai yang terbesar ketiga dengan nilai Rp14,1 triliun.

“Kemudian dilanjutkan dengan sektor konstruksi senilai  Rp13,4 triliun dan mining di Rp13,23 triliun. Dan ada lagi sektor-sektor industri lainnya yang cukup beragam di tahun ini penerbitan surat utangnya. Tertentu saja, sudah mulai ada sektor-sektor baru juga,” terang Hendro.

Hendro menjelaskan, nilai surat utang yang diperingkat oleh Pefindo masih lebih tinggi dibandingkan lembaga rating lain. Hingga November 2022, total nilai surat utang yang diperingkat oleh Pefindo mencapai Rp124.4 triliun.  Sektor pulp & paper menjadi industri yang paling banyak diperingat oleh Pefindo dengan nilai penerbitan sebesar Rp24,8 triliun. Posisi selanjutnya ditempati oleh industri multifinance Rp13,9 triliun, konstruksi Rp13,4 triliun, mining Rp13 triliun dan perbankan Rp12 triliun.

Adapun surat utang yang dirating oleh lembaga pemeringkat lain sampai dengan November 2022 sekitar Rp31,6 triliun. Pada 2021, Pefindo juga mengungguli lembaga pemeringkat lain dalam hal nilai penerbitan surat utang. Tahun lalu, total jumlah penerbitan surat utang yang diperingkat Pefindo sebesar Rp75,8 triliun sedangka lembaga rating lain Rp22,3 triliun.

Dia menambahkan, per 30 November 2022, total mandat pemeringkatan emisi surat utang yang sudah diterima Pefindo, namun belum diterbitkan mencapai Rp11,16 triliun. Itu antara lain berasal dari sektor pulp & paper Rp2 triliun,  mining Rp2 triliun, jalan tol Rp1,5 triliun, multifinance Rp1,5 triliun dan lain-lain.

“Untuk jenis instrumennya, PUB Baru hampir Rp3 triliun, PUB obligasi Rp2,9 triliun, sukuk Rp2,1 triliun, obligasi non PUB Rp1,1 triliun dan rencana sekuritisasi. Tahun ini diharapkan terjadi penerbitan sekuritisasi sebesar Rp1,1 triliun dan MTN Rp925 miliar. Dari grup penerbit jika dibedakan BUMN dan Non BUMN, maka jumlah perusahaannya juga cukup berimbang. Ada 8 BUMN, dengan penerbitan Rp4,37 triliun. Sementara Non BUMN ada sekitar  9 perusahaan dengan rencana penerbitan sebesar Rp6,8 triliun,” tandas Hendro.

Artikel Terkait

BRI Cetak Laba Bersih Rp29,9 Triliun pada Semester I 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Terungkap! Begini Strategi BCA Jaga Likuiditas Tinggi dan Suku Bunga Stabil

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Central Asia Tbk (BCA)...

Kapan Suku Bunga BI Bisa Turun? Ini Kata Bos  BCA!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru