Wall Street Awali September dengan Guncangan! Dow Ambruk 600 Poin, Saham Teknologi Terpukul Parah

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan hari Selasa (3/9/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (4/9/2024) WIB. Bursa saham Amerika Serikat (AS) itu, me...

Wall Street Awali September dengan Guncangan! Dow Ambruk 600 Poin, Saham Teknologi Terpukul Parah
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) Wall Street mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan hari Selasa (3/9/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (4/9/2024) WIB. Bursa saham Amerika Serikat (AS) itu, mengawali bulan September dengan guncangan hebat.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS anjlok 626,15 poin atau 1,51% menjadi 40.936,93. Senasib, indeks S&P 500 (SPX) juga jatuh 119,47 poin atau 2,12% mencapai 5.528,93. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi merosot 577,33 poin atau 3,26% menyentuh 17.136,30. Ini adalah hari terburuk bagi ketiga indeks utama sejak penurunan global yang terjadi pada 5 Agustus lalu.

Saham-saham teknologi menjadi beban utama di pasar, dengan Nvidia terjun lebih dari 9%. Saham-saham semikonduktor lainnya seperti Micron, KLA, dan Advanced Micro Devices juga mengalami penurunan selama sesi perdagangan tersebut. Secara keseluruhan, ETF VanEck Semiconductor (SMH) anjlok lebih dari 7%. Sektor teknologi informasi dalam S&P 500 memimpin penurunan indeks secara keseluruhan, mencatat hari terburuknya sejak September 2022.

Pasar mulai tertekan sejak pagi setelah dua laporan tentang produksi manufaktur menunjukkan tanda-tanda kelemahan. S&P Global mencatat penurunan dari Juli ke Agustus, sementara laporan Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan hasil di bawah ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Data ini kembali memicu kekhawatiran mengenai melambatnya pertumbuhan ekonomi AS, yang sebelumnya memicu aksi jual besar-besaran di awal bulan Agustus.

“Pasar saat ini tampaknya sangat sensitif terhadap setiap data yang masuk,” kata Larry Tentarelli, kepala strategi teknis di Blue Chip Trend Report. “Kita telah menjadi pasar yang sangat bergantung pada data.”

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2