Wall Street Babak Belur di Awal 2025, Tren Buruk S&P 500 Terus Berlanjut!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Awal 2025 membawa kabar buruk bagi pasar saham Amerika Serikat. Wall Street kembali melemah pada penutupan perdagangan hari Kamis (2/1) waktu setempat atau Jumat pagi (3/1/20...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Awal 2025 membawa kabar buruk bagi pasar saham Amerika Serikat. Wall Street kembali melemah pada penutupan perdagangan hari Kamis (2/1) waktu setempat atau Jumat pagi (3/1/2025) WIB, Ini melanjutkan tren negatif sejak akhir 2024.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York turun 151,95 poin atau 0,36% menjadi 42.392,27. Indeks S&P 500 (SPX) berkurang 13,08 poin atau 0,22% menuju posisi 5.868,55. Sementara itu, Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melemah 30 poin atau 0,16% ke level 19.280,79.Tren ini memperpanjang rekor lima hari berturut-turut di zona merah untuk S&P 500 dan Nasdaq, yang terakhir kali terjadi pada April tahun lalu.
Perdagangan sempat dibuka positif. Dow Jones bahkan naik lebih dari 300 poin di pagi hari. Namun, harapan itu sirna saat pasar berbalik arah dan mencatat fluktuasi lebih dari 700 poin sepanjang hari.
Sektor teknologi menjadi salah satu pemicu utama. Saham Apple jatuh 2,6%, sedangkan Tesla terperosok 6% setelah melaporkan penurunan pengiriman sepanjang 2024. Di sisi lain, Nvidia menguat 3%, memberi sedikit harapan di tengah tekanan besar pada saham teknologi.
Penurunan ini kontras dengan kinerja pasar saham sepanjang 2024, di mana S&P 500 naik 23%. Namun, akhir tahun ditutup dengan empat hari berturut-turut penurunan, situasi yang belum terjadi sejak 1966.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- Wall Street Melaju Kencang, Dow Jones Cetak Rekor Usai Trump Batal Serang Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...