Wall Street Babak Belur di Awal 2025, Tren Buruk S&P 500 Terus Berlanjut!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Awal 2025 membawa kabar buruk bagi pasar saham Amerika Serikat. Wall Street kembali melemah pada penutupan perdagangan hari Kamis (2/1) waktu setempat atau Jumat pagi (3/1/20...
“Pasar sedang dalam fase koreksi setelah tahun 2024 yang luar biasa. Sentimen investor terlalu optimis, sehingga wajar jika terjadi penyesuaian,” ujar Angelo Kourkafas, Senior Investment Strategist di Edward Jones, kepada CNBC.
Harapan akan "Santa Claus rally" juga memudar. Tren kenaikan pasar yang biasanya terjadi di akhir Desember hingga awal Januari ini tampaknya sulit terwujud. Sejak 1950, rata-rata kenaikan dari tren ini mencapai 1,3% untuk S&P 500. Namun, kondisi saat ini justru berlawanan.
Pasar obligasi ikut bergejolak. Imbal hasil Treasury 10 tahun sempat menyentuh 4,6% sebelum kembali turun. Kenaikan suku bunga ini membuat aset pendapatan tetap menjadi alternatif menarik bagi investor yang masih ragu masuk ke pasar saham.
“Kondisi ini tidak berarti kita harus membeli di puncak harga. Menyimpan uang dalam bentuk tunai bisa jadi langkah bijak sambil menunggu momentum yang lebih tepat,” kata Liz Young Thomas, Head of Investment Strategy di SoFi.
Klaim pengangguran mingguan memberikan sedikit optimisme. Data menunjukkan penurunan klaim awal dan lanjutan dibandingkan minggu sebelumnya. Namun, ini belum cukup untuk membalikkan sentimen negatif di pasar saham.
- 1
- 2
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- Wall Street Melaju Kencang, Dow Jones Cetak Rekor Usai Trump Batal Serang Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...