Wall Street Berakhir Beragam, S&P 500 Cetak Hat-Trick Kenaikan Tiga Hari Beruntun
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan hari Kamis (6/2/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (7/2/2025) WIB. Indeks S&P 500 menguat untuk hari ketiga berturut-t...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan hari Kamis (6/2/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (7/2/2025) WIB. Indeks S&P 500 menguat untuk hari ketiga berturut-turut, sementara Nasdaq juga naik. Namun, Dow Jones justru melemah, terseret penurunan saham-saham besar.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, melemah 125,65 poin atau 0,28% menjadi 44.747,63. Indeks S&P 500 (SPX) mencatat kenaikan 22,09 poin atau 0,36%, bertengger di angka 6.083,57. Sementara itu, Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, naik 99,66 poin atau 0,51% menuju posisi 19.791,99.
Saham semikonduktor tertekan. Qualcomm dan Arm turun lebih dari 3%. Skyworks Solutions anjlok lebih dari 24% usai merilis laporan keuangan yang mengecewakan.
Ford Motor juga mengalami tekanan. Sahamnya turun 7% setelah memperkirakan tahun 2025 sebagai periode yang sulit.
Honeywell menjadi beban terbesar bagi Dow Jones. Sahamnya turun lebih dari 5% setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan setahun penuh di bawah ekspektasi analis. Perusahaan juga mengumumkan rencana pemisahan menjadi tiga entitas berbeda.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...