Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjang Masa
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kabar dari Timur Tengah. Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent memberikan keterangan terkait hubungan dengan Iran.
โKami sedang dalam pembicaraan dengan Iran,โ ujar Bessent dalam wawancaranya dengan CNBC.
Bessent menambahkan ada peluang kesepakatan segera terjadi. Hal ini diharapkan bisa menormalkan konflik yang sedang berlangsung.
โAda peluang kami mungkin memiliki kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka Selat dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini,โ tambah Bessent.
Kabar ini langsung membuat harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 5,69% menjadi 75,77 USD per barel. Minyak Brent juga merosot 5,26% ke level 79,36 USD per barel.
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas: Beli TI...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas: Beli TI...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%