Wall Street Ramai-ramai Jeblok, DJIA Anjlok Lebih Dari 100 Poin. Ini Biang Keroknya!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street kompak berakhir jeblok pada penutupan perdagangan Kamis (14/3/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (15/3/2024). Bursa saham Amerika Serikat (AS) itu, merosot lebi...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street kompak berakhir jeblok pada penutupan perdagangan Kamis (14/3/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (15/3/2024). Bursa saham Amerika Serikat (AS) itu, merosot lebih dari 100 poin setelah laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Ini membuat imbal hasil obligasi (Treasury) menjadi lebih tinggi. Sementara itu, ekuitas mengalami tekanan sehingga investor lebih hati-hati dalam memasuki pasar.
Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS ditutup terpangkas 137.66 poin, atau 0,35%, menjadi 38.905,66. Berbanding lurus dengan indeks S&P 500 (SPX) yang tergerus 14,83 poin atau 0,29% menjadi 5.150,48. Setali tiga uang, indeks komposit Nasdaq (IXIC), juga kehilangan 49,24 poin atau 0,3% menjadi 16.128,53.
Indeks harga produsen (PPI) bulan Februari, ukuran inflasi grosir, naik 0,6% bulan lalu. Tanpa memperhitungkan harga makanan dan energi, inti PPI naik 0,3% pada Februari. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan PPI utama sebesar 0,3% dan kenaikan inti sebesar 0,2%. Saham awalnya tangguh setelah laporan ini, tetapi kehilangan momentum segera setelah pembukaan.
"Pertanyaannya sekarang adalah, apakah para pedagang akan memikirkan kembali seberapa cepat Federal Reserve akan menurunkan suku bunga, dan apakah hal itu akan memperlambat reli pasar saham dengan cara yang bermakna?" kata Chris Larkin, direktur manajemen perdagangan dan investasi di E-Trade dari Morgan Stanley.
Laporan inflasi mengirimkan sinyal bahwa imbal hasil obligasi lebih tinggi, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun bertambah sekitar 10 basis poin menjadi 4,29%. Saham Nvidia turun lebih dari 3%
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)