WEGE Rampungkan Gedung Canggih BMKG Senilai Rp 252,7 Miliar, Tahan Gempa 2.500 Tahun!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) merampungkan pembangunan Gedung Pengembangan Sistem Operasional Ina-MHEWS milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) merampungkan pembangunan Gedung Pengembangan Sistem Operasional Ina-MHEWS milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta. Ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang sangat krusial untuk sistem peringatan dini bencana di Indonesia.
Gedung tersebut dibangun di Kantor Pusat BMKG, Jalan Angkasa 1 No.2, Kemayoran, Jakarta Pusat. WEGE melaksanakan proyek ini melalui Kerja Sama Operasi (KSO) WG-WIKA. Gedung ini akan difungsikan sebagai pusat data dan perkantoran BMKG. Terdiri dari 9 lantai dan 2 basement, total luas bangunan ini mencapai 8.679,88 m².
Pembangunan gedung ini adalah bagian dari proyek Pengembangan Sistem Operasional Ina-MHEWS untuk wilayah Jakarta dan Bali. Nilai kontraknya sebesar Rp 207,9 miliar, dan setelah adendum terakhir mencapai Rp 252,7 miliar.
Sistem Ina-MHEWS dirancang khusus untuk memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat dan berbagai pihak terkait. Sistem ini menjadi acuan penting dalam proses mitigasi dan evakuasi sebelum tsunami mencapai daratan. Manfaat dari sistem ini bahkan mencakup kawasan internasional seperti ASEAN, Samudra Hindia, Pasifik Barat Daya, dan Laut Cina Selatan.
Salah satu keunggulan dari proyek ini adalah penggunaan teknologi Base Isolator Tipe Friction Pendulum. Teknologi ini memungkinkan gedung tetap kokoh meskipun terjadi gempa besar dengan periode hingga 2.500 tahun. Pemasangannya dilakukan menggunakan sistem jacking setelah pekerjaan struktur selesai, dengan total 23 titik pemasangan.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...