back to top

BEI Buka Suspensi 6 Saham, Perdagangan Normal Lagi Mulai 6 Oktober

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan enam saham yang sebelumnya terkena suspensi. Saham yang dicabut suspensinya adalah PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), dan PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA).

Pembukaan kembali suspensi berlaku mulai sesi I pada Senin, 6 Oktober 2025. Keputusan ini diambil setelah bursa melakukan evaluasi atas pergerakan harga saham yang sebelumnya melonjak signifikan.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan langkah ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi perdagangan terakhir dari masing-masing saham. “Berdasarkan penilaian bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 6 Oktober 2025,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/10/2025).

Sebelumnya, keenam saham ini sempat dihentikan perdagangannya lantaran mengalami lonjakan harga yang dinilai tidak wajar dalam waktu singkat.

BEI menghentikan sementara saham FITT pada 15 September 2025 setelah terjadi lonjakan harga kumulatif yang signifikan. Saham BLUE disuspensi pada 23 September 2025 karena kenaikan harga yang juga dianggap berlebihan. Suspensi saham FUTR dilakukan pada 26 September 2025 usai harga melonjak tajam.

Saham PUDP dan ITIC menyusul disuspensi pada 29 September 2025 setelah harga keduanya naik signifikan. Sementara itu, ESTA mulai disuspensi pada 2 Oktober 2025 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hingga akhirnya bursa memutuskan membuka kembali perdagangan.

Harga Saham

Saham FITT mencetak lonjakan besar pada perdagangan Jumat, 12 September 2025. Harga ditutup di Rp835 per saham atau naik 24,63% dari Rp670 sehari sebelumnya. Kenaikan ini membawa FITT menyentuh level tertinggi sepanjang tahun di Rp835, jauh dari posisi terendah Rp96 yang tercatat pada 31 Januari 2025. Dalam 52 minggu terakhir, harga bergerak di kisaran Rp89–Rp835. Sepanjang perdagangan, saham dibuka dan bertahan di Rp835 dengan volume 5,85 juta lembar. Nilai kapitalisasi pasarnya kini Rp1,08 triliun.

Di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 22 September 2025, saham BLUE juga ikut melesat. Harga ditutup di Rp750 per saham, naik 21,95% dibandingkan hari sebelumnya. Sepanjang September, saham BLUE sudah terkerek 141,93%, dari Rp310 menjadi Rp750.

Saham FUTR kembali jadi sorotan pada Kamis, 25 September 2025. Harga ditutup di Rp500, naik 25% dari Rp400. Sejak dibuka di Rp400, saham langsung menguat hingga menyentuh level tertinggi harian Rp500. Harga terendah sempat berada di Rp394 dengan volume transaksi 519,55 juta lembar. Lonjakan ini menandai rekor tertinggi tahun 2025 di Rp500. Sebelumnya, harga pernah terjun ke Rp52 pada 24 Juli 2025. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan saham FUTR berada di kisaran Rp50–Rp500. Kapitalisasi pasar kini menembus Rp3,31 triliun.

Pada perdagangan Jumat, 26 September 2025, saham PUDP ditutup naik tipis 3,86% ke Rp484 dari Rp466. Saham sempat dibuka di Rp580, menyentuh tertinggi di Rp580, dan melemah hingga Rp398. Volume perdagangan tercatat 3,06 juta lembar. Sepanjang 2025, harga tertinggi ada di Rp484 pada 26 September, sementara level terendah di Rp198 pada 11 April. Dalam 52 minggu terakhir, pergerakan saham berada di rentang Rp185–Rp580. Nilai kapitalisasi pasar Rp319,01 miliar.

Saham ITIC juga ikut naik pada perdagangan yang sama. Harga menguat 6,86% ke Rp545 per saham dari Rp510. Saham sempat dibuka di Rp520, lalu bergerak liar hingga menyentuh Rp595 dan melemah ke Rp474. Volume transaksi mencapai 58,7 juta lembar. Kenaikan ini membawa ITIC menyentuh rekor tertinggi tahun berjalan di Rp545. Sebelumnya, harga sempat anjlok ke Rp198 pada 24 Maret 2025. Dalam 52 minggu, saham ITIC bergerak di kisaran Rp171–Rp595. Kapitalisasi pasar kini Rp512,69 miliar.

Pada Kamis, 2 Oktober 2025, giliran ESTA yang mencuri perhatian. Harga ditutup di Rp162 per saham, melonjak 28,57% atau 36 poin dari Rp126. Saham dibuka di Rp170 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di harga yang sama. Posisi terendah tercatat di Rp135 dengan volume transaksi 72,87 juta lembar. Rekor tertinggi tahun berjalan kini berada di Rp162 pada 2 Oktober, sementara titik terendah di Rp62 pada 29 Agustus 2025. Dalam 52 minggu terakhir, harga ESTA bergerak di rentang Rp58–Rp170. Dengan kenaikan ini, kapitalisasi pasar ESTA mencapai sekitar Rp392,9 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Berlanjut! Investor Perorangan Buang Lagi 1,3% Saham NTBK di Harga Rp88

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pemegang saham perorangan PT Nusatama Berkah Tbk...

Diminta BEI Ungkap Sosok Pemilik Manfaat Akhir, Ini Jawaban Manajemen UNTD

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD)...

Pengendali INET Borong 62,9 Juta Saham di Atas Harga Pasar, Nilainya Rp24,91 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Abadi Kreasi Unggul Nusantara kembali memperkuat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru