Senin, Januari 12, 2026
25.2 C
Jakarta

MIND ID dan Pertamina Sinergi Garap Hilirisasi Batu Bara demi Swasembada Energi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menjalin kolaborasi strategis dengan PT Pertamina (Persero). Kerja sama ini bertujuan memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor energi nasional. Langkah besar tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Fokus utama kerja sama ini adalah percepatan hilirisasi batu bara. Komoditas ini akan diolah menjadi produk energi alternatif. Produk tersebut meliputi Synthetic Natural Gas (SNG), Dimethyl Ether (DME), dan metanol. Upaya ini dilakukan melalui penguatan rantai mineral, batu bara, serta energi nasional.

Penandatanganan kerja sama strategis berlangsung pada Jumat (9/1/2026). Prosesi ini disaksikan langsung oleh Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa. Hadir pula Managing Director Industrialization Ardy Muawin dalam kesempatan tersebut.

Inisiatif ini menjadi wujud nyata peran aktif MIND ID dalam menjalankan mandat pemerintah. Perusahaan berkomitmen mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi. Pemanfaatan teknologi hilirisasi batu bara menjadi kunci utama dalam proses ini.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa menyampaikan kerja sama MIND ID dan Pertamina mencerminkan pendekatan terintegrasi. Sistem energi nasional perlu dibangun dengan fondasi yang kuat. Indonesia sebagai negara besar sangat membutuhkan diversifikasi energi untuk menopang pembangunan.

“Kolaborasi dan sinergi antar-BUMN strategis dapat memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi menjadi instrumen penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Sigit.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional. Pengembangan rantai nilai mineral, batu bara, dan energi di dalam negeri menjadi prioritas utama.

MIND ID berkomitmen mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah ekonomi. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan daya saing. Selain itu, proyek ini akan membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

“MIND ID melalui Bukit Asam yang nantinya berperan sebagai pemasok, bersama-sama dengan Pertamina, akan betul-betul mengawasi setiap tahap kerja sama ini hingga nantinya dapat direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh Bangsa dan Negara,” pungkas Maroef Sjamsoeddin.

Dalam kolaborasi ini, Pertamina memegang peran krusial sebagai offtaker atau pembeli hasil produksi. Pertamina juga bertindak sebagai agregator infrastruktur distribusi. Jaringan distribusi yang luas akan memastikan hasil hilirisasi batu bara terserap secara efektif.

Produk seperti DME, SNG, dan metanol akan disalurkan kepada masyarakat dan industri. Produk-produk tersebut diposisikan sebagai substitusi energi impor. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan kolaborasi ini adalah tonggak sejarah bagi kedaulatan energi Indonesia. Pertamina siap mengoptimalkan infrastruktur yang ada untuk mendukung program strategis ini.

“Sebagai tulang punggung energi nasional, kami berkomitmen mengoptimalkan infrastruktur distribusi Pertamina untuk mendukung hilirisasi ini melalui kerjasama dengan MIND ID. Ini adalah langkah nyata kami dalam mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan memastikan energi yang lebih terjangkau tersedia bagi rakyat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah,” ujar Simon.

Data Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG nasional akan mencapai 10 juta metrik ton (MT) pada 2026. Di sisi lain, produksi domestik saat ini baru mencapai 1,3–1,4 juta MT. Kondisi ini menunjukkan adanya celah defisit yang cukup besar.

Sinergi MIND ID dan Pertamina melalui pemanfaatan Coal to DME serta Coal to SNG menjadi solusi strategis. Kekayaan alam domestik digunakan untuk menutup defisit tersebut. Upaya kolektif ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian sektor energi nasional secara menyeluruh.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perkuat Cadangan Emas dan Tembaga, Amman Mineral (AMMN) Kucurkan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)...

BRMS Guyur Jutaan Dolar AS, Gencar Cari Cadangan Emas dan Tembaga Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Gencar Cari Emas di Sumbawa, Kucurkan Dana Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru