Bank Mandiri Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,96% Tahun 2025
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,12% (yoy) pada triwulan II 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di level 4,87%. Chief Econ...
Meski begitu, tren belanja masyarakat mulai bergeser kembali ke kebutuhan pokok. Hingga minggu ketiga Agustus, belanja supermarket tumbuh 4,2% dibandingkan akhir periode liburan. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan sub-kelompok belanja lainnya.
โArtinya, pasca libur sekolah, masyarakat kembali ke supermarkets untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Selain itu, Bank Mandiri juga melihat terdapat kenaikan preferensi belanja masyarakat untuk experienced-based seperti makan di luar, travel, dan transportasi dibandingkan pembelian barang (product-based). Hal ini tercermin dari index belanja experience-based yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan 2024,โ papar Andry.
Selain konsumsi dan investasi, belanja pemerintah mulai membaik meski masih terkontraksi tipis -0,33% yoy. Kinerja ekspor tetap positif berkat langkah antisipatif eksportir yang mempercepat pengiriman barang sebelum penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat.
Dari sisi domestik, inflasi Juli 2025 tercatat 2,37% yoy. Angka ini masih terkendali meski dipengaruhi biaya pendidikan dan harga pangan. Stabilitas pasar keuangan mulai terjaga dengan dukungan aliran modal asing. Kondisi tersebut memberi ruang bagi Bank Indonesia menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5% pada Agustus 2025.
โBank Mandiri memproyeksikan perekonomian Indonesia pada tahun 2025 masih berpeluang tumbuh sebesar 4,96% di tengah berbagai tekanan global maupun domestik. Untuk menjaga momentum tersebut, diperlukan dukungan kebijakan countercyclical yang mampu memberikan bantalan bagi perekonomian dalam menghadapi tekanan eksternal,โ tambah Andry.
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%