BCA Angkat Bicara soal Rencana Pemerintah Cairkan Rp200 Triliun dari BI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menanggapi positif rencana pemerintah menarik dana Rp200 triliun dari rekening di Bank Indonesia. Hera F. Haryn, EVP Corporate Commu...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan Presiden Prabowo Subianto sudah memberi persetujuan. Dana akan ditempatkan di perbankan untuk menambah likuiditas. Dengan cara ini, bank bisa mempercepat penyaluran kredit ke sektor riil, termasuk manufaktur dan usaha yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemerintah menekankan dana ini tidak boleh dipakai untuk membeli Surat Utang Negara. Kebijakan tersebut dibuat agar dana benar-benar masuk ke kredit sektor riil, bukan hanya berputar di instrumen keuangan antar-lembaga.
Langkah ini diharapkan bisa membuat perekonomian lebih bergairah. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa mendekati 6% pada 2025.
ย
- 1
- 2
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi
- Wall Street Melaju Kencang, Dow Jones Cetak Rekor Usai Trump Batal Serang Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi
- Wall Street Melaju Kencang, Dow Jones Cetak Rekor Usai Trump Batal Serang Iran