BEI Buka Gembok! Tiga Saham yang Sempat Terbang Ini Bisa Diperdagangkan Lagi Mulai Besok!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan tiga saham yang sebelumnya disuspensi. Ketiga saham tersebut adalah PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT Pembangunan Gra...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan tiga saham yang sebelumnya disuspensi. Ketiga saham tersebut adalah PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI), dan PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE). Saham-saham itu mulai bisa diperdagangkan lagi pada sesi I, Rabu, 15 Oktober 2025.
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., mengatakan keputusan ini diambil setelah bursa menilai kondisi perdagangan ketiganya sudah stabil.
“Suspensi atas perdagangan saham AYLS, PGLI, dan TRUE di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 15 Oktober 2025,” ujar Pande, dikutip Selasa (14/10/2025).
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan tiga saham tersebut pada Selasa, 14 Oktober 2025. Penghentian dilakukan karena terjadi kenaikan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat.
Langkah suspensi itu merupakan bentuk cooling down untuk melindungi investor dari risiko akibat lonjakan harga yang terlalu cepat. Dengan dibukanya kembali perdagangan, BEI memberi kesempatan kepada pelaku pasar untuk bertransaksi dalam kondisi yang lebih terkendali.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...